sepakbola

Demam Panggung, Persebaya Ditahan Bontang

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Demam Panggung, Persebaya Ditahan Bontang


- detikSepakbola

Surabaya - Persebaya Surabaya gagal meraih poin penuh dalam laga perdananya Indonesia Super League (ISL). Menjamu Bontang FC, Rabu (14/10/2009), 'Bajul Ijo' harus puas dengan skor 2-2.

Di hadapan sekitar 5.000 Bonek Mania --sebutan suporter Persebaya-- di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari Surabaya, gol Persebaya dicetak Anderson da Silva dan Josh Maguire. Sedangkan dua gol Bontang diborong Aldo Barreto..

Sejak menit awal babak pertama, kedua tampil biasa-biasa saja dalam pertandingan yang dipimpin wasit Sulistiyoko asal Jakarta Timur itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menit 15, pemain sayap Persebaya, Supriyono, yang tampil enerjik dilanggar oleh Tito Purnomo di kotak penalti. Sang pengadil lapangan pun menunjuk titik putih. Tendangan 12 pas berhasil dieksekusi dengan baik oleh Anderson.

Unggul 1-0 dan tidak ingin malu di hadapan pendukung sendiri, anak asuhan Danurwindo terus menekan pertahanan Bontang. Hasilnya, crossing menyusur tanah dari sisi kanan pertahanan Bontang yang dikirimkan oleh Andi Odang berhasil diselesaikan jadi gol oleh Maguire di menit 25.

Tidak ingin pulang tanpa poin, para pemain Bontang meningkatkan serangan. Memanfaatkan demam panggung pemain belakang Persebaya dalam laga perdana, Barreto berhasil mencuri bola dari kaki Anderson dan mencetak gol di menit 30.

Sknr 2-1, masih untuk keunggulan Persebaya pun bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, aksi demam panggung pemain Persebaya berlanjut. Menit 63, malapetaka pun akhirnya menghampiri Persebaya saat seorang pemain belakangnya salah dalam membuang bola.

Barreto yang datang menyerbu dari belakang berhasil memaksimalkan dengan tendangannya menjadi gol sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Skor ini akhirnya bertahan hingga peluit akhir berbunyi.

"Kita tidak punya pemain yang berpengalaman di belakang sehingga sering membuat blunder dan banyak kesalahan di belakang dan itu saya akui," jelas Danurwindo kepada wartawan usai pertandingan.

"Seharusnya setelah unggul dua gol pemain itu harus termotivasi tapi tidak untuk pemain saya yang malah menjadikannya sebuah tekanan," imbuhnya.

Sementara itu, arsitek Bontang Fachri Husaini mengaku keberhasilan pemainnya mencuri poin di kandang lawan adalah berkat kekompakan pemain serta keberanian berduel di setiap lini. Mantan pemain timnas ini juga mengungkapkan kekecewaanya atas keputusan wasit yang memimpin pertandingan.

"Bukan hanya kami yang dikecewakan tapi Persebaya juga dirugikan keputusan wasit. Seharusnya banyak belajar agar`kompetisi makin berjalan lebih baik," ungkapnya.


(ze/arp)











Hide Ads