Wasit Masih Jadi Kambing Hitam

Wasit Masih Jadi Kambing Hitam

- Sepakbola
Jumat, 23 Okt 2009 22:35 WIB
Wasit Masih Jadi Kambing Hitam
Jakarta - Baru tiga pekan bergulir, Indonesia Super League (ISL) 2010 sudah mendapat sorotan soal kualitas wasit. Protes kepada sang pengadil datang dari dua klub. Ada apa?

Keluhan pertama datang dari Persitara Jakarta Utara melalui manajernya Harry Ruswanto, terkait kekalahan 0-1 dari tuan rumah Persela Lamongan. Harry menganggap kalau penalti yang dieksekusi oleh Leonardo Martin Zada tak perlu terjadi karena pada saat itu situasi 50:50.

"Faktor tuan rumah selalu diuntungkan harus kita kikis. Selama ini ada anggapan kalau tuan rumah selalu diuntungkan. Ini tugas PSSI untuk lebih teliti dalam memilih wasit," ujar pria yang akrab disapa Gendhar melalui telepon selulernya, Jumat (23/10/2009) sore WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gendhar pun meminta agar PSSI lebih tegas dalam menerapkan peraturan tersebut. "Penerapan peraturan harus lebih tegas dan saatnya laga berjalan dengan fair play."

Senada dengan Gendhar, manajer Sriwijaya FC Hendri Zainudin pun menyuarakan protes atas keputusan wasit yang merugikan timnya kala ditahan imbang 1-1 oleh PSM Makassar.

"Wasit pada saat kami melawan PSM terlihat sulit untuk netral dan takut pada penonton. Ini menandakan kalau mental wasit perlu dicuci lagi dan digodok lagi," tegas Hendri kepada wartawan ketika dihubungi lewat telepon.

"Kualitas teknis wasit bagus, tapi mentalnya yang buruk," analisa singkat hendri lebih lanjut.

Dan ia pun meminta agar wasit tidak lagi pilih kasih atau berat sebelah dalam memimpin suatu laga agar tercipta suasana yang kondusif.

Sementara itu, CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono yang secara langsung membawahi kompetisi nasional punya pendapat soal kinerja wasit yang hingga kini masih jadi persoalan pelik di persepakbolaan nasional.

"PT Liga menyadari mengenai fenomena ini dan selalu menerima keluhan klub soal wasit," ujar Joko saat ditemui wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta, Jumat (23/10) sore WIB.

"Kami cuma bisa membentuk tim evaluasi untuk mengawasi kerja wasit. Namun soal sanksi dan tindakan selanjutnya diserahkan semua ke Komite Wasit. PT Liga tidak bisa men-judge seorang wasit karena itu bukan wewenang kami," tegas Joko.


(mrp/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads