Berjalan Mulus, tapi...

Evaluasi ISL

Berjalan Mulus, tapi...

- Sepakbola
Rabu, 11 Nov 2009 01:36 WIB
Jakarta - Sebulan sudah Indonesian Super League (ISL) 2010 bergulir. Dari evaluasi yang sudah dilakukan PT Liga Indonesia, ISL dinilai berjalan lancar. Namun dengan beberapa catatan, apa saja?

"Secara keseluruhan, kompetisi positif hingga sebulan ini. Kerusuhan turun drastis dari musim lalu yang mencapai 17 kasus dalam 30 laga, musim ini hanya satu. Yaitu, berulahnya suporter PSM belum lama ini," urai CEO PT LIga Indonesia Joko Driyono saat jumpa pers di kantornya, Kuningan, Jakarta, Selasa (10/11/2009) sore WIB.

Memang seperempat berjalannya musim ini, baru hanya ada satu kasus kerusuhan saat PSM Makassar kalah 1-2 dari PSPS Pekanbaru, Selasa (3/11) lalu. Ini sedikit menjadi angin segar mengingat Liga Indonesia selalu akrab dengan kerusuhan dan sejenisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah pelanggaran pun termasuk minim, hingga laga terakhir Persisam v Persiba pada Minggu (8/11), wasit baru mengeluarkan 136 kartu kuning dan tiga kartu merah. Sementara musim lalu, dengan jumlah laga yang sama sudah keluar 203 kartu kuning dan tujuh kartu merah.

Sementara untuk kasus yang menimpa PSM, ini seperti menjadi pukulan kedua bagi salah satu klub raksasa di persepakbolaan nasional. Sebelumnya PSM sudah ditegur PT Liga menyoal kondisi lapangan Stadion Mattoangin yang buruk dan menyebabkan beberapa pemain cedera.

"Kejadian itu memalukan PSM sendiri. Sebagai tim besar, tak seharusnya ada kejadian seperti itu. Kami akan menegur panpel (panitia penyelenggara) PSM dalam kotak pembenahan," ungkap Joko lanjut.

Untuk masalah stadion, selain soal lapangan ada segi perbaikan yang harus dilakukan PSM yaitu pada bench pemain dan pagar pembatas dalam stadion. Aspek keamanan pun tak luput dari sorotan supaya segera diperbaiki agar kerusuhan serupa tak terulang.

PSM tak sendiri dalam soal kotak pembenahan itu, ada juga tim lain seperti Persiba Balikpapan, Persiwa Wamena dan Persijap Jepara. Sementara status baik diberikan untuk panpel Persisam Putra Samarinda, juga memberi status baik untuk panpel Persisam Putra Samarinda, Persela Lamongan, PSPS, dan Persitara Jakarta Utara.

"Mereka masuk kategori baik karena mampu atasi persoalan yang dialami dalam kondisi apapun dengan baik," puji pria berkacamata asal Ngawi itu.

Selain masalah penyelenggaraan pertandingan, Liga juga menyoroti soal infrastruktur yang masih jadi kendala bagi setiap klub meski PT Liga sudah sedikit ketat dalam menerapkan aturan itu. Persitara, Pelita Jaya, dan juara bertahan Persipura Jayapura, menjadi klub yang paling bermasalah dengan homebase mereka.

Persitara aman untuk sementara karena memakai Stadion Gelanggang Soemantri Brodjonegoro. Sementara Pelita dengan bermarkas di Stadion Singaperbangsa, Karawang dan Persipura meminjam stadion Mattoangin selama Stadion Mandala dalam renovasi terkait keikutsertaan 'Tim Mutiara Hitam' di Liga Champions Asia.

Yang terakhir, Joko menilai aplikasi penggunaan pemain impor 3+2 diterima baik oleh klub. Meski baru diterapkan musim ini, namun antusiasme klub peserta ISL sangat tinggi dalam merekrut tenaga pemain dari Asia. Arus pemain asal Singapura, Thailand, Jepang, Iran, dan Australia pun berdatangan di awal musim ini.

Contohnya adalah empat pilar timnas Singapura, yaitu Baihakki Khaizan dan Mustafic Fachrudin bermain di Persija Jakarta serta Noh Alam Syah dan Muhammad Ridhuan yang tergabung di Arema Malang. Kebijakan ini juga memberikan dampak positif bagi pemain muda dan sudah ada 29 pemain yang musim lalu main untuk ISL U-21 bergabung di tim senior atau main untuk klub lain peserta ISL.


(arp/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads