"Para pemain kami termakan umpan para pemain Persebaya. Mereka terlalu masuk ke daerah pertahanan Persebaya sehingga kami mudah diserang balik," analisa asisten pelatih Persitara, Dodi Sahetapi, usai laga, Kamis (11/11/2009) sore WIB.
"Ini mengulangi kesalahan yang sama seperti saat melawan Persema Malang lalu (kalah 1-2). Evaluasi yang telah dilakukan tak mampu dijalankan dengan baik oleh anak-anak," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan gol Prince Kabir Bello di penghujung pertandingan hanya mampu menipiskan skor jadi 1-2. Alhasil tim kebangaan The North Jak itu harus terbenam di dasar klasemen ISL dengan poin nol dari empat laganya.
Dodi pun juga menggarisbawahi kurangnya konsentrasi dari Bello dkk di sepanjang 90 menit laga berjalan. Para pemainnya dinilainya kurang bisa memainkan sepakbola dengan baik.
"Anak-anak kurang konsentrasi dalam pertandingan tadi, mereka tidak bisa memainkan skema strategi dengan baik," ura pria yang akrab disapa Dosah itu.
Dodi juga menyoroti masalah kurangnya komunikasi antara pemain asing dengan pemain lokal. Alhasil koordinasi antar pemain menjadi tidak berjalan.
"Dua pemain Iran (Vali Khorsandipish dan Afshin Parsaeian) bahasa Inggrisnya buruk sekali. Sehingga para pemain jadi sulit berkomunikasi dan permainan pun tak berjalan. Mungkin ada baiknya kami mencadangkan semua pemain asing kami. Mungkin itu lebih baik untuk laga berikutnya," demikian dia.
(mrp/krs)











































