Usai laga tandang PSM melawang Persisam di Stadion Utama Kaltim, Hanafing memuji stadion yang terletak di Palaran, Samarinda tersebut. Menurutnya stadionΒ dengan kapasitas 48 ribu penonton itu pantas menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia.
"Anda lihat saja stadion markas Persisam.Megah dan pantas menggelar kejuaraan sepakbola dunia.Persisam pun pantas jadi juara," kata Hanafing kepada detiksport di Samarinda, Minggu (29/11/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan markas PSM di Stadion Andi Matalatta di Makassar saat ini, sambung Hanafing, sebenarnya sudah tidak layak menjadi arena pertandingan laga ISL. "Fasilitas stadion yang bagus akan meningkatkan semangat perkembangan sepakbola. Stadion Matalatta sudah tidak bagus."
Selain untuk stadion, suntikan dana dia akui juga diperlukan untuk menopang prestasi tim. PSM, menurut Hanafing, hanya mengantongi dana Rp 5 miliar untuk satu musim kompetisi ISL. Dengan pendanaan yang terbatas, rata-rata pemain PSM bergaji Rp 3 juta perbulan dan 70 persen pemain muda mewarnai skuad PSM.
"PSM di super liga tidak target juara. Kami lebih kepada pembinaan sepakbola kepada pemain-pemain muda," tambah Hanafing.
Kendati begitu, Hanafing tetap optimistis bahwa pembinaan sepakbola melalui pemain muda akan berbicara banyak di masa mendatang untuk mengharumkan nama 'Juku Eja'. "Saya percaya dua hingga tiga tahun ke depan pemain muda PSM akan memiliki skill yang sangat baik," pungkas Hanafing.
(krs/din)











































