Dalam pertandingan pertamanya, tim U-23 Indonesia sudah langsung kebobolan saat pertandingan, Sabtu (5/12/2009), baru berjalan enam menit setelah penyerang Singapura Muhammad Safuwan menanduk bola ke dalam gawang kiper Franky Irawan.
Franky kembali harus memungut bola di menit ke-23 setelah tendangan Mohammad Saiful bin Esah berhasil mengecohnya. Singapura 2, Indonesia 0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol tadi melecut semangat Indonesia untuk mengejar. Gol penyama skor akhirnya tercipta juga pada menit 64. Diawali dari tendangan sudut Toni Sucipto, Rendy sukses menyarangkannya ke dalam gawang lawan. Skor 2-2 terus bertahan sampai akhir pertandingan.
Singapura Keluhkan Panitia, Indonesia Optimistis
Main imbang setelah terlebih dulu unggul 2-0 jelas tak diterima kubu Singapura dengan baik. Untuk hasil tersebut, Manajer Singapura Eugene Loo menjadikan panitia penyelenggara sebagai "kambing hitam".
Akibat administrasi panitia yang dia nilai tak rapi, pemain 'Tim Singa' pun dia klaim tergerus fisiknya. "Setiap hari kami harus berjalan jauh untuk latihan. Itu jelas sangat menyita fisik pemain. Apalagi lapangan latihan juga pindah-pindah, sehingga waktu kami benar-benar tersita di jalan," keluh Loo.
Sementara itu, kubu Indonesia sendiri mencoba tetap optimistis. Meski kurang senang karena tak bisa menang, hasil imbang setidaknya membuat peluang lolos ke semifinal masih terbuka.
"Paling tidak dengan hasil ini peluang ke semifinal masih terbuka lebar. Saya berharap pada laga selanjutnya, anak-anak tampil lebih baik lagi dan bisa meraih kemenangan," ucap Manajer Indonesia Andi Darussalam Tabusalla yang juga mengkritik beberapa peluang terbuang.
Tentu untuk bisa lolos Indonesia harus belajar dari laga pertama ini dan meningkatkan penampilan di partai kedua lawan Laos, Senin (7/12/2009). Menurut pelatih Indonesia Alberto Bica, para pemainnya harus membenahi moral saat bermain.
"Secara umum sebenarnya kami tampil bagus. Tetapi di awal pertandingan para pemain memang nervous sehingga sulit mengembangkan permainan. Ini tidak boleh terjadi lagi saat menghadapi Laos dan Myanmar nanti," lugas Bica dalam rilisnya kepada wartawan.
(krs/krs)











































