"Meski tim saya dihuni banyak U-21, tetap ada perlawanan serta seluruh tim muda PSM sudah tunjukkan semangat yang bagus meski kita kecolongan dua gol dari bola mati," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan di Stadion 10 November Tambaksari Surabaya, Minggu (13/12/2009).
Mantan pemain Niac Mitra (era Galatama) ini juga mengakui bahwa dua gol tua rumah dari proses tendangan bebas, membuat pihaknya menjadikan pekerjaan rumah untuk membenahinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lain halnya dengan Manager Persebaya Saleh Ismail Mukadar. Meski mengaku senang karena menang, ia tidak puas dengan kepemimpinan wasit Oky Dwi Putra asal Bandung yang dianggapnya banyak melakukan kesalahan.
"Saya sangat tidak puas salah satunya gol yang dianulir. Karena saya takut, kalau kita kalah takutnya akan rusuh. Juga bukannya kita minta mereka memihak tuan rumah, tapi mereka sendiri yang kurang ajar," ujarnya dengan mengerutkan dahi.
(a2s/arp)











































