Sanksi pertama yang dijatuhkan pada PSM terkait kericuhan penonton saat ditundukkan PSPS Pekan Baru di 3 November lalu. Alhasil 'Juku Eja' tak bisa mendapat dukungan dari suporter setianya saat menjamu Persija Jakarta, meski bisa memetik kemenanhan 2-1.
Baru saja selesai menjalani hukuman tersebut, PSM sudah ditunggu sanksi lain. Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan larangan menggelar pertandingan di kandang sendiri akibat aksi pemukulan yang dilakukan salah satu ofisial PSM pada wasit Ajad Sudrajat usai mengalahkan Persija.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu cara yang dilakukan adalah menyurati Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid untuk mengajukan banding dan memohon pertandingan partai usiran hanya digelar satu kali di kabupaten lain yang jaraknya 100 Km dari kota Makassar.
Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Komunikasi PSM, Noor Korompot yang berbincang dengan detiksport, Jl Pelita Raya, Makassar (21/12/2009).
Menurut Noor, pengurus PSM telah menerima surat balasan dari Ketua Umum PSSI yang juga berasal dari Makassar itu. Dalam suratnya, Nurdin Halid menyarankan PSM untuk melakukan banding atas putusan Komdis PSSI jika mau mendapat keringanan hukuman.Β
"Kita optimis bisa mendapat keringanan hukuman dan berharap sesegera mungkin untuk melakukan restrukturisasi dalam tubuh PSM agar bisa lolos dari jurang degradasi," tutur Noor.
Terkait restrukturisasi tim, lanjut Noor, PSM tidak mau mengulangi kesalahan Persita Tangerang yang rugi besar dalam pembelian pemain. "PSM berencana mengganti beberapa pemain yang kurang produktif dan menggantinya dengan pemain yang lebih berkualitas, sebelum memasuki putaran kedua Liga Super," pungkas Noor.
(din/nar)











































