Sanksi Dua Laga Usiran, PSM Minta Keringanan

Sanksi Dua Laga Usiran, PSM Minta Keringanan

- Sepakbola
Selasa, 22 Des 2009 00:02 WIB
Sanksi Dua Laga Usiran, PSM Minta Keringanan
Makassar - Baru menjalani hukuman laga tanpa penonton, PSM Makassar harus menerima lagi sanksi yang lebih berat yakni menjalani dua laga usiran. Merasa keberatan, permintaan keringanan hukuman dikirim ke Nurdin Halid.

Sanksi pertama yang dijatuhkan pada PSM terkait kericuhan penonton saat ditundukkan PSPS Pekan Baru di 3 November lalu. Alhasil 'Juku Eja' tak bisa mendapat dukungan dari suporter setianya saat menjamu Persija Jakarta, meski bisa memetik kemenanhan 2-1.

Baru saja selesai menjalani hukuman tersebut, PSM sudah ditunggu sanksi lain. Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan larangan menggelar pertandingan di kandang sendiri akibat aksi pemukulan yang dilakukan salah satu ofisial PSM pada wasit Ajad Sudrajat usai mengalahkan Persija.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua hukuman Komdis PSSI bisa membuat PSM semakin terpuruk dan terancam masuk jurang terdegradasi. Merasa hukumannya terlalu berat, PSM mencoba membujuk Komdis PSSI agar mau meringankan hukumannya.

Salah satu cara yang dilakukan adalah menyurati Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid untuk mengajukan banding dan memohon pertandingan partai usiran hanya digelar satu kali di kabupaten lain yang jaraknya 100 Km dari kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Komunikasi PSM, Noor Korompot yang berbincang dengan detiksport, Jl Pelita Raya, Makassar (21/12/2009).

Menurut Noor, pengurus PSM telah menerima surat balasan dari Ketua Umum PSSI yang juga berasal dari Makassar itu. Dalam suratnya, Nurdin Halid menyarankan PSM untuk melakukan banding atas putusan Komdis PSSI jika mau mendapat keringanan hukuman.Β 

"Kita optimis bisa mendapat keringanan hukuman dan berharap sesegera mungkin untuk melakukan restrukturisasi dalam tubuh PSM agar bisa lolos dari jurang degradasi," tutur Noor.

Terkait restrukturisasi tim, lanjut Noor, PSM tidak mau mengulangi kesalahan Persita Tangerang yang rugi besar dalam pembelian pemain. "PSM berencana mengganti beberapa pemain yang kurang produktif dan menggantinya dengan pemain yang lebih berkualitas, sebelum memasuki putaran kedua Liga Super," pungkas Noor.

(din/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads