Indonesia baru dikalahkan Oman 1-2, Rabu (6/1/2010. Kekalahan itu membuat Indonesia tersingkir di Piala Asia dan jelas ini kekecewaan besar buat sepakbola tanah air mengingat Indonesia masih minus prestasi di ajang internasional.
Apalagi Piala Asia sudah menjadi turnamen paling bergengsi yang bisa diikuti bangsa ini sejak 1996 lalu. Bukan hanya timnas senior, timnas U-23 tahun juga gagal hanya menjadi juru kunci di Sea Games Laos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilanjutkan Tondo, pangkal dari tak berprestasinya sepakbola Indonesia adalah kompetisi yang tidak digarap dengan maksimal. "Pada hakekatnya esensi sebuah kompetisi bermuara pada pembentukan timnas yang tangguh, dan itu kredonya," kata mantan pengurus PSSI Ini.
"Kita lihat dari kompetisi yang ada di Indonesia. Berarti ada yang salah dari hal ini yaitu kebijakan PSSI dari Liga Super, karena dari kompetisi ini kita tidak menghasilkan timnas Indonesia yang solid dan kuat," ujarnya.
Tondo mengungkapkan bahwa kompetisi ini memang kurang begitu memuaskan karena banyaknya klub-klub yang tidak profesional ikut dalam kompetisi. Begitu juga dengan kebijakan lain seperti masuknya pemain asing.
Β
"Ada klub yang menumpang dana APBD, klub yang tak punya stadion dan juga ada yang membayar gaji pemain mencicil. Pemain asing juga tak banyak memberikan kontribusi dan contoh yang baik, dan menyulitkan peluang pemain muda ," ujarnya.
Menurutnya, hal itu berujung sulitnya membuat timnasΒ yang solid dan kokoh. "Liga kini adalah menjadi tujuan bisnis semata karena di sini berputaran uang miliaran rupiah dan sponsor dan lain, lain," ujarnya.
Tondo pun melihat situasi seperti ini akan sulit bagi sepakbola Indonesia untuk maju. "Solusinya ganti pengurus PSSI. Pengurus yang sekarang ini sudah nyaman dan itu tidak membawa timnas Indonesia meraih prestasi membanggakan," terangnya.
Meski demikian Tondo mengakui bahwa hal itu sulit dilakukan jika Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid tidak mundur. "Salah satu syaratnya Ketua Umum diminta mundur karena jika dia ikut terus pemilihan pasti menang," tukasnya. (key/din)











































