Kegagalan lolos ke putaran final Piala Asia 2011 menjadi titik suram lain dalam perjalanan sepakbola tanah air. Setelah selalu gagal dibanyak event yang diikuti, 'Garuda Merah Putih' gagal mempertahankan tradisi yang sudah dimulai sejak 1996 sebagai salah satu kontestan Piala Asia.
Padahal di tengah keringnya prestasi, lolos ke Piala Asia selalu menjadi raihan yang terhitung luar biasa buat negara ini. PSSI sebagai otoritas yang mengurusi sepakbola tanah air dituntut pertanggungjawabannya atas kegagalan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Refreshing di pengurusan (PSSI) itu perlu dilakukan," tegas Adhyaksa saat dihubungi detiksport melalui telepon selulernya, Jumat (8/1/2010) siang WIB. "PSSI saatnya introspeksi. Semuanya harus diperbaiki," lanjut pria berkumis tebal tersebut.
Hal lain yang juga sangat disesali Adhyaksa adalah tiadanya proses pembinaan yang terstruktur dengan baik di sepakbola tanah air. Dalam pandangannya, PSSI saat ini terus berupaya mendapatkan prestasi namun dengan cara-cara yang instan.
"PSSI harusnya fokus dari usia dini, gak bisa sekedar rekrut dari tim begitu saja. Pokoknya harus di rombak total itu sistem pembinaan perstasi olahraga sepakbola Indonesia."
"Pembinaan usia dini harusnya sudah dilakukan PSSI, dan mereka fokus ke sana. Pembinaan tersebut juga jangan sampai terputus, diteruskan secara berkesinambungan," pungkas dia.
(din/nar)











































