Hendri masuk ke lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno di menit-menit akhir saat laga Indonesia kontra Oman, Rabu (6/1/2010). Ia menggiring bola ke gawang Oman dan berusaha mencetak gol kendati gagal.
Aksi nekat sebagai bentuk kekecewaan atas permainan timnas Indonesia yang buruk membuat Hendri banjir dukungan. Berdasar pantauan dari detiksport hingga Sabtu (9/1) pukul 13.00 WIB, jumlah pendukung fan page gerakan 'DUKUNG HENDRI MULYADI JADI KETUA PSSI', meningkat jauh lebih banyak dari kemarin pagi (8/1) yang baru menginjak 4.000-an user.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara user lain, Sahala Manurung, meneriakan suara hatinya dalam kalimat, "Kekecewaan Hendri Muliadi thp permainan PSSI adalah cerminan dr jutawan bahkan puluhan juta orang penggemar bola ditanah air yg juga kecewa melihat perkembangan kemajuan persepakbolaan kita, yg semakin mundur dibanding tahun2 tujuh puluhan. Bravo Hendri! Maju teruuusss. . . ."
Penggalangan suara semacam ini bisa dibilang momentum yang tepat untuk menyerukan suara rakyat, dalam hal ini para pencinta sepakbola Indonesia, yang selama ini diabaikan PSSI.
Sebagai contoh, lebih dari 1 juta orang mendukung dua Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto-Chandra M Hamzah yang diindikasikan dikriminalisasikan oleh polisi. Gerakan tersebut menjadi salah satu pemantik reformasi lembaga hukum.
Kasus yang mirip terjadi pada Prita Mulyasari yang berujung pada kesadaran akan hak-hak pasien dan perlawanan terhadap UU ITE. Sementara kasus Hendri merupakan wujud aspirasi para pecinta sepakbola Tanah Air yang mengharuskan segera dilakukannya reformasi di tubuh PSSI.
Sedemikian banyaknya dukungan terhadap Hendri yang kemungkinan besar akan terus mengalir adalah bukti akan betapa hausnya pecinta sepakbola kita akan prestasi. Maka dari itu, sudah sepantasnya PSSI berkaca diri dan mulai mendengarkan suara suporter demi memajukan persepakbolaan Indonesia menuju arah yang lebih baik.
(arp/arp)











































