"Saya siap bertanggung jawab atas kegagalan timnas Indonesia di berbagai ajang tahun lalu," tegas Rahim dalam perbincangan dengan wartawan di Lagunas, Senayan, Selasa (12/1/2010) siang WIB.
Prestasi timnas sepanjang tahun 2009 bisa dibilang mencapai titik nadir, yang diawali kegagalan timnas U-19 lolos dari kualifikasi Piala Asia U-19, disusul oleh terpuruknya timnas U-23 di SEA Games Laos, di mana Toni Sucipto dkk menjadi juru kunci Grup B.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka caci maki serta protes untuk segera dilakukan revolusi menyeluruh pun dialamatkan kepada PSSI selaku komando tertinggi sepakbola nasional dan juga BTN.
"Orang-orang sekarang sedang mencari siapa yang salah sekarang. Saya rasa itu tidak perlu," ungkapnya.
"Namun jika ada yang mesti disalahkan, saya-lah yang paling bertanggung jawab karena saya ketua BTN," tandasnya. "Kalau mau pecat saya, silakan pecat saya."
Untuk itu, Rahim pun mengakui kalau BTN yang dipimpinnya akan dievaluasi sebelum hasilnya dikirim ke dalam Kongres PSSI yang akan digelar 15-18 Januari di Bandung.
"BTN akan dievaluasi sebelum kongres dimulai dan hasilnya akan dikirim 15 Januari nanti ke kongres," pungkasnya.
(a2s/krs)











































