Kekalahan 1-2 dari Oman lalu serta merta menutup peluang timnas untuk lolos dari Grup B PPA 2011. Artinya tradisi lolos ke Piala Asia sejak 1996 gagal dijaga dan ini berarti menambah catatan buruk PSSI dalam periode kepemimpinan Ketua Umum Nurdin Halid.
Desakan agar regenerasi segera terjadi di tubuh timnas pun kian bermunculan, diiringi wacana untuk melakukan naturalisasi pemain asing serta memakai pemain WNI keturunan. Semua itu tentunya diharapkan berujung pada perbaikan prestasi 'Merah Putih' di kancah internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Detiksport mencatat bahwa sejak mengambil alih tongkat kepelatihan dari Ivan Kolev pada 2007, komposisi pemain yang dipakai oleh Bendol cenderung hanya berkisar pada nama Bambang Pamungkas, Firman Utina, Ponaryo Astaman, Charis Yulianto, Boas Solossa atau muka-muka lawas lainnya.
Bila ada pemain baru yang dipanggil pun, itu hanya terbatas hanya menjadi penghangat bangku cadangan saja atau dipakai dalam sesi training camp (pelatnas). Ini diamini oleh Sekretaris Umum Persik Kediri, Banardi.
"Bendol itu terlalu monoton dalam memilih pemain, yang dipilih itu-itu saja. harusnya lebih bisa melihat pemain-pemain lokal lain di kompetisi ini. Jangan pakai yang itu-itu saja," ujar Banardi dalam perbincangan dengan wartawan di sela-sela acara Kongres PSSI, Grand Hyatt Hotel Bandung, Sabtu (16/1/2010) siang WIB.
"Sudah saatnya ada regenerasi pemain dan maaf-maaf saja pemain seperti Charis Yulianto itu sudah berumur untuk memperkuat timnas," demikian dia.
(mrp/krs)










































