Bendol Dinilai Monoton dalam Pilih Pemain

Bendol Dinilai Monoton dalam Pilih Pemain

- Sepakbola
Sabtu, 16 Jan 2010 15:40 WIB
Bendol Dinilai Monoton dalam Pilih Pemain
Bandung - Benny Dollo adalah pelatih yang gagal membawa timnas senior melangkah ke putaran final Piala Asia 2011. Ketidakmampuan itu dinilai karena Bendol tak mampu melirik bakat-bakat lain dan memakai pemain 'usang' alias itu-itu saja.

Kekalahan 1-2 dari Oman lalu serta merta menutup peluang timnas untuk lolos dari Grup B PPA 2011. Artinya tradisi lolos ke Piala Asia sejak 1996 gagal dijaga dan ini berarti menambah catatan buruk PSSI dalam periode kepemimpinan Ketua Umum Nurdin Halid.

Desakan agar regenerasi segera terjadi di tubuh timnas pun kian bermunculan, diiringi wacana untuk melakukan naturalisasi pemain asing serta memakai pemain WNI keturunan. Semua itu tentunya diharapkan berujung pada perbaikan prestasi 'Merah Putih' di kancah internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun begitu, sebelum sampai ke sana ada baiknya bercermin dulu pada capaian timnas di bawah arahan Bendol. Sisi positif dari gaya kepelatihannya bisa diteruskan sementara yang buruk tentu harus ditanggalkan.

Detiksport mencatat bahwa sejak mengambil alih tongkat kepelatihan dari Ivan Kolev pada 2007, komposisi pemain yang dipakai oleh Bendol cenderung hanya berkisar pada nama Bambang Pamungkas, Firman Utina, Ponaryo Astaman, Charis Yulianto, Boas Solossa atau muka-muka lawas lainnya.

Bila ada pemain baru yang dipanggil pun, itu hanya terbatas hanya menjadi penghangat bangku cadangan saja atau dipakai dalam sesi training camp (pelatnas). Ini diamini oleh Sekretaris Umum Persik Kediri, Banardi.

"Bendol itu terlalu monoton dalam memilih pemain, yang dipilih itu-itu saja. harusnya lebih bisa melihat pemain-pemain lokal lain di kompetisi ini. Jangan pakai yang itu-itu saja," ujar Banardi dalam perbincangan dengan wartawan di sela-sela acara Kongres PSSI, Grand Hyatt Hotel Bandung, Sabtu (16/1/2010) siang WIB.

"Sudah saatnya ada regenerasi pemain dan maaf-maaf saja pemain seperti Charis Yulianto itu sudah berumur untuk memperkuat timnas," demikian dia.


(mrp/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads