Subangkit: Wasit Tidak Jeli

Subangkit: Wasit Tidak Jeli

- Sepakbola
Minggu, 17 Jan 2010 23:45 WIB
Subangkit: Wasit Tidak Jeli
Kediri - Menelan kekalahan dalam lawatannya ke Kediri menjadikan Persema Malang tidak sepenuhnya dapat menerima kenyataan, dengan lagi-lagi menjadikan wasit sebagai kambing hitam.

Adalah pelatih Subangkit yang mengungkapkannya, dengan menganggap wasit tidak dapat melihat dengan jeli terjadinya pelanggaran.

Penilaian tersebut diberikan atas gol pertama Persik yang diciptakan Yongki Aribowo. Patricio Morales dianggap dalam posisi offside sebelum mengirimkan umpan hingga teciptanya gol tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisa saya katakan wasit tidak jeli. Pemain lawan kami lihat sudah berada di belakang pemain kami sebelum umpan dikirimkan," ungkap Subangkit dalam jumpa pers di Press Room Stadion Brawijaya, Minggu (17/1/2010), usai Persema kalah 1-2.

Meski demikian Subangkit juga mengaku tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut, karena dia sadar protes yang dilayangkannya tidak dapat merubah hasil akhir pertandingan. "Setidaknya kami sudah mencoba mempengaruhi wasit atas keputusan yang dibuatnya. Tapi kalau memang pandangan wasit demikian, kami hanya bisa diam," ujarnya.

Sikap 'nrimo' tersebut juga ditunjukkan Subangkit dengan memuji permainan anak asuhnya, yang dianggap menjalankan seluruh istruksinya. Meski menderita kekalahan hal tersebut dianggap bukan karena permainan lawan yang bagus, melainkan ketidakberuntungan anak asuhnya dalam memanfaatkan peluang yang dimiliki.

Sementara Gusnul Yakin dari kubu Persik mengaku puas dengan hasil akhir pertandingan tersebut. Dia menganggap hal tersebut sebagai buah kerja keras anak asuhnya di sepanjang pertandingan.

"Anak-anak bermain luar biasa dan saya puji itu sebagai sikap yang sangat membanggakan. Kami sangat puas dengan hasil pertandingan ini," kata Gusnul.

Ditanya mengenai permainan anak asuhnya yang tampak tidak terskema, Gusnul membantah hal tersebut. Menurutnya keputusan memilih umpan lambung sengaja dilakukan, dengan alasan mengimbangi permainan kolektif anak-anak Persema.

"Itu memang strategi yang saya terapkan dan anak-anak menjalankannya dengan baik. Kali lakukan itu karena kami mengerti Persema memiliki lini tengah yang lebih solid dan kami melakukannya sebagai penyeimbang," elak Gusnul.

Kemenangan tersebut diharapkan oleh Gusnul bisa menjadi modal untuk pertandingan selanjutnya melawan Arema Malang, yang terpaksa tidak bisa dimainkan di Kediri, setelah aparat kepolisian tidak bersedia memberikan izin. Mereka menjadi tuan rumah di Lamongan pada hari Rabu (20/1) mendatang.

(a2s/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads