sepakbola

Persebaya Bentuk TPF Kerusuhan Bonek

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Persebaya Bentuk TPF Kerusuhan Bonek


- detikSepakbola

Jakarta - Sanksi yang dijatuhkan PSSI dianggap pihak Persebaya Surabaya berlebihan. Untuk mengungkap kejadian yang sesungguhnya saat rusuh di Solo, Persebaya membentuk Tim Pencari Fakta (TPF).

Persebaya malam tadi dijatuhi hukuman berat oleh PSSI. Dianggap melakukan aksi rusuh dan tak mematuhi larangan menemani bajul Ijo menjalani laga tandang, mereka dijatuhi denda Rp 50 juta dan larangan ditemani Bonek untuk laga tandang hingga 2014 mendatang.

Merasa tak puas dengan hukuman yang diterima, Persebaya hari ini mengumumkan pembentukan tim pencari fakta. Tim yang dipimpin oleh M Sholeh tersebut nantinya akan mengumpulkan beragam informasi soal aksi penimpukan yang terjadi di Solo, saat dalam perjalanan menuju Bandung.
 
"TPF ini untuk  mencari informasi kejadian yang terjadi di Solo. Karena teman-teman bonek yang  berangkat mengaku tidak pernah melakukan pelemparan seperti yang disebutkan di  media selama ini," katanya saat dihubungi, Jumat (29/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sholeh juga menjelaskan jika keberangkatan bonek di luar wewenang manajemen Persebaya. Alasannya, Persebaya tidak pernah mengkoordinir keberangkatan suporter karena sedang menjalani sanksi.
 
"Selama ini kan, Persebaya tidak pernah mempunyai wadah khusus seporter. Selain itu, saat laga tersebut Persebaya tidak mengkoordinir suporter untuk berangkat,  tapi iniasiatif teman suporter untuk mendukung tim," jelasnya.

Nantinya, fakta dan informasi yang dikumpulkan tim pencari fakta ini akan digunakan sebagai senjata untuk mengajukan banding pada komisi banding PSSI.
 
"Memang kedepan TPF ini untuk mem-back up atas putusan. Tapi itu nanti,  karena saat ini kita konsen untuk mencari fakta dan melaporkan kepada Persebaya.  Dan saya menganggap PSSI selalu dan menghukum, seolah mengejar setoran serta  bukannya melakukan pembinaan tapi pembinasaan," demikian pungkasnya.

(din/roz)











Hide Ads