Liga Bank Mandiri
PSS Merasa Dirampok di Solo
Minggu, 25 Apr 2004 18:35 WIB
Solo - Hasil 1-1 yang mereka peroleh di kandang Persijatim Solo FC, Minggu (25/4/2004), membuat PSS Sleman berang. Tim asuhan Daniel Lukito ini menganggap kemenangannya dirampok wasit.PSS yang tampil cemerlang berhasil memimpin 1-0 sebelum menerima gol balasan di injury time babak kedua. Mereka menyesalkan sikap wait yang terlalu lama memberikan waktu tambahan. Perlakuan kasar para pemain tuan rumah juga membuat kesal anak-anak Sleman. Sejak awal babak pertama PSS memang relatif lebih menguasai permainan. Cecaran Persijatim di babak awal selalu dapat dipatahkan dengan mudah oleh barisan pertahanan belakang PSS yang dijaga kordinir kapten Anderson Da Silva. Penjaga gawang Joice Sorongan juga tampil cemerlang di pertandingan tersebut.Tidak ada satupun peluang gol yang membahayakan gawang PSS di babak pertama. PSS pun lebih banyak bermain bertahan. Baru ketika memasuki babak kedua mereka mengambil alih strategi untuk menyerang dengan cepat sehingga beberapa kali merepotkan pertahanan Persijatim.Usaha keras ini membuahkan hasil ketika pada menit ke-51, penyerang PSS Feriera Santos ditarik keras dari belakang oleh pemain belakang Persijatim Maman Abdul Rahman beberapa langkah di luar kotak pinalti. Saat itu Santos sedang membawa bola dan lolos dari pengawalan.Maman dihadiahi kartu kuning atas pelanggaran itu. Tendangan keras melengkung yang dilepaskan Da Silva saat mengeksekusi tendangan bebas tidak mampu ditahan penjaga gawang Persijatim, Ferry Rotinsulu. Kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk tim tamu.Berusaha mengejar ketinggalan Persijatim berusaha keras mengurung pertahanan PSS dengan menarik semua pemainnya ke jantung pertahanan lawan. Namun lagi-lagi mereka selalu gagal. Bahkan peluang emas bagi penyerang Husein yang tinggal sendirian di muka gawang PSS pada menit ke-67, tendangan lemahnya mampu dipatahkan kiper Joice.Bahkan beberapa menit kemudian PSS berpeluang menambah kemenangannya ketika Seto Nurdiantoro dan Talaohu Abdulmusyafi lolos dari jebakan offside dan menggiring bola ke depan gawang Persijaim. Kiper Ferry pun sudah terkecoh namun tendangan Talaohu melenceng ke arah kanan gawang. Hingga menit ke-90, Persijatim belum bisa menyamakan kedudukan bahkan sudah kelihatan frustasi. Upaya-upaya keras menjurus kasar yang mereka lakukan selaku dapat dimentahkan. Baru pada menit injury time yang diberikan oleh wasit Chusnul Yaqin, Persijatim mampu menyarangkan bola ke gawang PSS dengan cukup kontroversial.Saat itu bola sudah ditangkap oleh Joice namun dia didorong oleh penyerang Perseijatim Rudi Wibowo yang masuk di babak kedua menggantikan Alexandre. Bola lepas dari dekapan Joice dan jatuh menggelinding ke arah belakang. Saat itu juga Akyar Ilyas langsung menyambar dan memasukkan bola ke gawang. Tentu saja gol ini diprotes keras oleh para pemain, manager dan pelatih PSS. Namun wasit Chusnul tetap tidak bergeming pada keputusannya dan segera membubarkan pertandingan setelah kick off. Pihak PSS menyebut pertadingan tersebut sebagai perampokan besar-besaran oleh wasit yang tidak fair dan sudah berpihak."Di manapun juga, di luar negeri sekalipun, tidak ada injury time lebih dari lima menit. Tapi kita lihat apa yang di lapangan baru saja tadi, wasit memberikannya lebih dari tujuh menit. Gol itu sendiri juga seharusnya dianulir arena pelanggaran," ujar pelatih PSS, Daniel Lukito dengan nada tinggi dan kesal seusai pertandingan.Dalam pertandingan tersebut empat kartu kuning diberikan pemain PSS yaitu Da Silva, Nugroho Andrianto, Fajar Listiantoro, dan Wahyu Teguh. Sedangkan dua kartu kuning kepada pemain Persijatim masing-masing kepada Maman Abdul Rachman Mashadi.Aksi lempar botol ke lapangan dan antarpendukung beberapa kali terjadi, merespons kekerasan yang terjadi di lapangan. Di babak pertama misalnya, aksi lempar botol akibat tindakan Maman Abdul Rahman yang tiba-tiba memukul kepala Talaohu dengan keras hingga diangkut keluar lapangan, namun wasit tidak menyebutnya sebagai pelanggaran.Di babak kedua aksi lempar botol terjadi ketika pemain Persijatim Mashadi menjegal keras Anshori yang berlari kencang justru saat keduanya telah di luar lapangan. Aksi lempar botol antarsuporter juga terjadi saat gol balasan Persijatim. Namun di luar lapangan, hingga saat ini tidak terjadi insiden kekerasan. Dalam pertandingan itu tidak kurang dari 5.000 pendukung PSS datang ngluruk ke Stadion Manahan, Solo. (erk/)











































