Liga Bank Mandiri
Lagi, Persijatim Ditahan Tamunya
Rabu, 28 Apr 2004 18:39 WIB
Solo - Untuk kedua kalinya berturut-turut Persijatim Solo FC gagal memetik poin penuh di hadapan para pendukungnya yang kian hari kian sedikit. Hari ini, Rabu (28/4/2004), mereka ditahan imbang tanpa gol alias 0-0 oleh PSIS Semarang.Hasil seri ini bisa menjadi preseden buruk bagi pamor Persijatim di mata warga Solo. Dikarenakan tim pindahan dari Jakarta ini tak kunjung menggapai prestasi yang memuaskan, jumlah pengunjung Stadion Manahan makin lama semakin berkurang. Tiga hari lalu tim asuhan Erick Williams ini juga tak mampu menekuk PSS Sleman dan harus berpuas berbagi skor 1-1.Kali ini tuan rumah kembali gagal memuaskan hati para pendukungnya. Padahal anak-anak Semarang tampil buruk, kecuali penjaga gawangnya, Agus Murod, yang tampil sebagai pahlawan. Lebih dari tujuh kali Murod melakukan penyelamatan gemilang, sementara pertahanan PSIS benar-benar kedodoran.Sejak awal hingga akhir pertandingan Persijatim yang menerapkan pola permainan menyerang memang efektif menguasai bola dan tempo pertandingan, sementara lini tengah maupun belakang PSIS sangat lemah. Karenanya, umpan-umpan lambung dari tengah lapangan yang dilancarkan anak-anak Solo beberapa kali nyaris membahayakan gawang PSIS.Agus Murod harus mati-matian mempertahankan gawangnya. Aksi-aksi penyelamatan gemilang dilakukannya, termasuk beberapa kali keluar dari sarangnya untuk menghadang bola yang digiring lawan. Kerjasama matang Alexandre, Alejandro, Akyar Ilyas, dan Arie Salesbury, selalu dapat ia kandaskan.Di babak kedua Murod benar-benar menjadi juru selamat PSIS. Tangan dan kakinya seperti bermata tajam setiap kali menghadapi serbuan lawan. Ia sempat dicecar tiga kali tendangan pantul berturut-turut dari Alenjadro, Alexandre dan Andriano, tapi gawangnya selalu perawan. Upaya lebih keras Persijatim di babak kedua untuk memenangkan pertandingan tidak membuahkan hasil meskipun dengan mengganti tiga pemain depannya sekaligus.Sementara itu gawang Persijatim yang dijaga Feri Rotun Suku nyaris tidak pernah terancam selama 2 x 45 menit. Tumpulnya serangan serta lemahnya koordinasi bola tim βMahesa Jenarβ membuat gawang Persijatim selalu aman. Seringkali penyerang Indriyanto membawa bola sendirian ke depan tapi kandas di barisan pertahanan Persijatim.Persijatim tak beranjak dari zona degradasi dan baru mengumpulkan 17 poin dari 14 pertandingan. PSIS juga berkutat di papan tengah klasemen dengan kelebihan tigapoin saja dari Persijatim. (a2s/)










































