Prestasi buruk sepakbola nasional dalam beberapa tahun belakangan mengundang komentar dari SBY yang menginginkan diadakannya sebuah forum diskusi untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut.
Maka Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pun bergerak cepat untuk mengadakan sarasehan sepakbola nasional, yang rencananya dihelat 20 Maret di kota Malang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi hal tersebut diharapkan Sekjen PSSI Nugraha Besoes tidak terjadi karena ia ingin justru dari forum ini bisa mendapatkan rumusan untuk kemajuan sepakbola nasional ke depannya.
"Jangan sampai ajang ini dijadikan arena caci-maki belaka tanpa mencari solusi bagaimana pembinaan sepakbola ke depan," kata Nugraha kepada wartawan di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2010) sore WIB.
Dilanjutkan olehnya, apa pun hasil dari sarasehan itu diserahkan kepada PSSI sebagai sumber ide untuk peningkatan prestasi sepakbola nasional.
"Di PSSI sendiri sebenarnya ada lima komponen, exco (Komite Eksekutif), badan adminsitrasi, Komite Judisial, serta komite tetap. Hasil dari sarasehan itu bisa menjadi masukan," lanjutnya.
"Yang datang Ketua Umum sendiri. Kami menganggap positif saresahan ini. Sebagai masukan bagi perkembangan sepakbola nasional. Karena yang hadir para stakeholder sepakbola di Indonesia,β ungkapnya merujuk pada siapa-sapa dari pihak PSSI yang
hadir di sana.
Terakhir, Nugraha sangat menyesalkan jika ada pihak-pihak yang berniat untuk mencari kesempatan untuk melengserkan Nurdin Halid dari posisinya sebagai Ketum PSSI sebagaimana yang selama ini didengungkan oleh banyak pihak terkait terpuruknya prestasi 'Merah Putih'.
"Justru untuk menggelar munaslub harus melalui prosedur. Pasalnya, masa kepengurusan kami hingga 2011. Kalau anggota kami merasa tidak perlu mengadakan, ya tidak usah," tuntas pria yang biasa disapa Kang Nug itu.
(mrp/arp)










































