Pertandingan antara Persik Kediri dan Persib Bandung, yang digelar Selasa (9/2/2010) besok menjadi laga permbuka putaran kedua ISL 2009/2010. Laga diprediksi akan berlangsung panas terkait dengan adanya eks punggawa "Macan Putih" yang kini berseragam "Maung Bandung".
Panasnya laga sudah terasa sejak sehari sebelum laga ketika sekitar 100 suporter persik yang tergabung dalam Forum Komunikasi Suporter Persik (FKSP) melancarkan teror kepada tamunya saat mereka berlatih, Senin (8/2/2010). Sasaran mereka utamanya adalah dua pemain Persib yang tercatat pernah memperkuat "Macan Putih", Cristian Gonzales dan Budi Sudarsono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gonzales maling, Gonzales maling," salah satu teror yang dilontarkan Persikmania kepada pemain asal Uruguay tersebut berulang kali.
Malang bagi Budi, teror yang ditujukan kepadanya sangat mengerikan. Bahkan suporter pun tak segan untuk menghina istri Budi dengan ucapan yang sangat merendahkan.
"Si Ular Piton" tampak shock berat meski mengaku tidak mempermasalahkan teror tersebut. Ditemui wartawan seusai latihan, pemain yang lahir dan besar di Kabupaten Kediri tersebut tampak gugup menjawab pertanyaan.
"Biasa-lah mas, yang namanya main bola dimana-mana juga sama saja," ujarnya singkat dengan nada gemetar.
Ketakutan Budi atas teror tersebut juga tampak dari kegamangannya menjawab
pertanyaan wartawan, apakah akan melakukan selebrasi apabila nantinya mencetak gol. Dengan alasan tidak ingin mendahului takdir, dia mengaku belum bisa menjawab pertanyaan tersebut. "Gol itu kan spontanitas, ya jawabnya nanti saja kalau saya sudah cetak gol," ungkapnya masih dengan nada gemetar.
Menyikapi adanya teror kepada tim yang diasuhnya, pelatih Persib Jaya Hartono tampak emosi. Ditemui wartawan seusai memimpin jalannya latihan, dia bahkan sempat marah-marah meminta hal tersebut tidak ditanyakan, karena khawatir akan semakin menjadikan pemainnya tertekan.
"Sampeyan (Anda) janganlah memperkeruh suasana, jangan membuat pemain kami semakin takut. Biarlah mereka (Persikmania) berteriak, tapi jangan ditegaskan lagi di hadapan pemain saya," pinta Jaya yang pernah menukangi Persik di awal tahun 2000-an itu.
(nar/fjp)











































