Hal itu disampaikan oleh CEO PT Liga Joko Driyono terkait dengan tren banyak klub ISL yang mencoret beberapa pemain asingnya, yang ironisnya di awal musim dikontrak dengan nilai tinggi.
Contoh saja seperti Persija Jakarta yang membuang Richard Caceres (Paraguay) karena tak menunjukkan performa terbaiknya. Atau PSM Makassar yang telah mendepak Christian Carascao yang musim-musim sebelumnya menjadi mesin gol di Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura dan PSMS Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Joko mengapresiasi para pemain Benua Asia yang banyak berdatangan ke ISL musim ini.
Seperti Persib Bandung yang terbantu performa bagus Koshin Sinthaweechai dan Suchao Nutnum. Serta kehebatan duo Singapuran Noh Alam Syam dan Muhammad Ridhuan yang membawa Arema Indonesia perkasa di puncak klasemen.
Seperti diketahui PT Liga musim ini menerapkan regulasi lima pemain asing, tiga non Asia dan dua Asia.
"Justru saya salut pada pemain-pemain Asia yang mampu tampil bagus di musim ini," tukasnya.
Terakhir Joko pun mengaku senang dengan kualitas ISL yang meningkat seiring dengan kekuatan para klub yang terlihat makin merata. Klub-klub kuat seperti Persija, Persipura atau Sriwijaya FC harus rela dikangkangi Arema dan Persiba Balikpapan di papan klasemen.
"Tidak seperti di Liga Inggris di mana Big Four hanya itu-itu saja, namun di ISL musim ini kekuatan klub semakin merata. Contohnya Arema dan Persiba yang mampu berada di atas," demikian dia.
(mrp/arp)











































