Di kubu Persija, pelatih Beny Dollo mengaku sudah tidak bisa lagi mengomentari kepemimpinan wasit. Terlebih lagi saat tim asuhannya menghadapi tuan rumah Persisam.
"Saya sudah tidak bisa berkomentar lagi.Ya begitu lah wasit," kata Bendol, sapaan akrab Benny Dollo, kepada wartawan di press room Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (13/2/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persija sukses membawa pulang 2 poin dari tur Kalimantan setelah sebelumnya juga menahan imbang tuan rumah Bontang FC 2-2 di Stadion Mulawarman Bontang, Kaltim. "Kami capai target," ujar Bendol.
Ditambahkan Bendol, kedua tim bermain sangat sengit meski terpaksa menurunkan Bambang Pamungkas berduet dengan Aliyudin. Padatnya kompetisi dan laga lainnya, dinilai Bendol menjadi salah satu penyebab Bambang tidak memiliki waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan kesehatannya.
"Bambang sebenarnya cedera.Tapi mau tidak mau terpaksa saya turunkan," imbuh Bendol.
Senada dengan Bendol,pelatih Persisam Putra Aji Santoso juga menyatakan kekecewaannya dengan kepemimpinan wasit. "Pertandingan sangat bermutu. Tapi wasit begitu. Silakan masyarakat dan pecinta bola menilainya," kata Aji.
Meski begitu,Aji mengaku kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit adalah hal yang percuma lantaran tidak akan merubah hasil pertandingan. "Kekecewaan tidak akan merubah hasil," tegas Aji dengan ekspresi wajah kekecewaan.
Terlebih lagi, gol di injury time melalui kaki Agus Dinho, menambah ekspresi kekecewaan kubu Persisam terhadap wasit. "Saya tidak komentar kenapa gol itu dianulir.Silakan masyarakat menilainya," terang Aji.
Meski demikian, Aji juga sepakat pertandingan timnya melawan Persija, berlangsung sangat menarik. Aji menilai,keputusannya untuk menarik Hamka Hamzah ke lini depan dan menggantikan posisinya oleh Usep Munandar, bertujuan untuk meredam serangan Persija sekaligus menambah daya serang.
"Karena kita tahu Persija memiliki penyerang-penyerang tangguh dan berbahaya," pungkas Aji.
(key/key)











































