Bulan lalu Persebaya dipaksa bertekuk lutut 2-4 saat bertandang ke Bandung. Namun hasil terebut bisa dibalikkan dalam laga sore tadi menyusul kemenangan 2-1 yang didapat kubu tuan rumah dalam laga yang dilangsungkan di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya.
Usai pertandingan, pelatih Danurwindo mengaku kalau dia berpesan pada anak didiknya untuk membalas kekalahan dipertemuan pertama. Semangat dendam tersebut ternyata berbuah kemenangan karena skuad Persebaya tampil disiplin dan agresif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danurwindo tidak mengelak jika banyaknya kartu kuning yang diterima pemainnya disebabkan pressing yang ketat diterapkan. "Itulah risiko yang harus diambil karena terlalu mem-pressing sehingga mengakibatkan pelanggaran yang berbuah kartu kuning," tambah mantan pelatih timnas itu.
Agresifnya skuad Persebaya juga diakui oleh Jaya Hartono. Pelatih Persib Bandung itu mengaku perjuangan anak didiknya semakin sulit lantaran hujan membuat lapangan menjadi licin.
"Sebelumnya selamat buat Persebaya. Mereka tampil sangat agresif dengan kecepatan-kecepatan mereka," ungkap Jaya.
Jaya juga mengomentari gol kedua Persebaya yang lebih disebabkan faktor lapangan yang licin akibat diguyur hujan. "Gol kedua banyak faktor lapangan licin. Maman Abdurrahman berusaha menghalau bola tapi malah mengarah ke gawang," imbuh Jaya.
"Pertandingan sama-sama main terbuka, lini tengah bukan karena buntu tapi tidak terlalu menyolok. Karena buktinya kita bisa menyerang dari tengah. Tapi lebih banyak dari kepintaran Mat Halil yang mampu menusuk dari sisi samping," pungkas dia.
(ze/din)










































