Timnas sepakbola Indonesia kini berstatus tanpa pelatih menyusul habisnya kontrak Benny Dollo. Beberapa nama kemudian sempat muncul ke permukaan untuk menjadi pembesut Bambang Pamungkas cs, mulai Rahmad Darmawan, Aji Santoso, Widodo C Putro dan Jaya Hartono.
Nama-nama di atas bisa jadi tak masuk kriteria yang ditetapkan PSSI. Soalnya organisasi pimpinan Nurdin Halid tersebut tertarik pada pelatih bersertifikat A+ dan asal luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah meminta rekomendasi ke KNVB (Asosiasi Sepakbola Belanda) jadi jangan tanggung-tanggung memilih pelatih. Tidak ada rencana kami menetapkan bahwa pelatih timnas Indonesia senior harus pelatih lokal. Di Indonesia memang banyak pelatih berpengalaman, tapi belum ada yang bersertifikat A+," tegas Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, kepada wartawan di kantor PSSI,Senin (22/2/2010) sore WIB.
Sebelum Bendol jadi pelatih, PSSI sudah sering menggunakan jasa pelatih asing. Nama asing terakhir yang menduduki kursi tersebut adalah Ivan Kolev. Sebelumnya 'Pasukan Merah Putih' sempat juga digarap Peter Withe, Bernard Schum, Henk Wullems hingga Ivan Toplak di awal 1990-an.
"Saya sudah menerima balasan dari Media and International Project KNVB, Michael van der Star, yang intinya KNVB meminta job description untuk pelatih dan direktur teknik yang diinginkan PSSI," sambung Nugraha.
Lalu kapan tenggat waktu untuk penyerahan nama-nama calon itu? "Mudah-mudahan pertengahan Maret semuanya sudah bisa selesai. Pekan ini kami akan berbicara dengan Pak Nirwan Bakrie untuk membahas masalah ini,” pungkas Nugraha.
Selain meminta rekomendasi dari KNVB, PSSI pun sudah menyimpan nama lain yaitu pembesut Laos di SEA Games 2009, Alfred Riedl. Nugraha menjelaskan kalau pelatih asal Austria itu sudah mempersiapkan konsep kepelatihan yang akan ditawarkan kepada PSSI.
(mrp/din)










































