Masih Berharap Lewat KSN

Catatan Sepakbola

Masih Berharap Lewat KSN

- Sepakbola
Rabu, 24 Mar 2010 12:16 WIB
Masih Berharap Lewat KSN
Jakarta - Bobroknya prestasi persepakbolaan Indonesia mengundang rasa prihatin, sedih, sekaligus geram dari para pencintanya. Apakah Kongres Sepakbola Nasional (KSN) bisa jadi harapan?

Prestasi sepakbola Indonesia belakangan memang hancur. Tim nasionalnya gagal melaju ke Piala Asia 2011, kegagalan pertama dalam 14 tahun terakhir. Di SEA Games 2009 di Laos, 'Merah Putih' tak berdaya, bahkan kalah dari anak bawang, Laos.

Di level klub pun setali tiga uang. Liga Indonesia masih dipenuhi dengan skandal dan kerusuhan, klub yang menjadi wakil di kompetisi level Asia pun jadi bulan-bulanan lawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mudah saja untuk menelusuri pangkal dari semua kebobrokan tersebut, yakni PSSI. Sebagai organisasi sepakbola tertinggi di Tanah Air, PSSI terbukti tidak becus mengelola sepakbola sehingga berujung pada kegagalan demi kegagalan.

Keprihatinan penggemar sepakbola nasional rupanya turut dirasakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden lantas meminta digelar sebuah ajang untuk membahas persoalan sepakbola nasional dan mencari solusinya.

Setelah isu itu bergulir sekian lama, kemudian disepakatilah digelar Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang bakal dihelat di Malang, 30-31 Maret, dengan melibatkan seluruh stakeholder sepakbola nasional.

Namun benarkah KSN dapat menjadi gantungan harapan pencinta sepakbola Indonesia untuk mendapatkan perbaikan di masa depan? Ya, jika KSN tidak sekadar menjadi ajang untuk memberikan solusi di atas kertas saja.

Keraguan publik memang muncul karena KSN juga akan diikuti oleh unsur dari PSSI yang justru sedang berusaha diperbaiki. Belum lagi desas-desus tentang permainan uang (money politics) yang bisa membuat para peserta KSN jadi melempem dan tidak bisa menelurkan hasil akhir yang positif.

KSN tidak boleh berhenti pada kesimpulan dan saran-saran yang normatif, seperti misalnya perbaikan kompetisi atau penggalakan pembinaan pemain muda. Rekomendasi seperti itu sudah basi dan tidak akan mengubah keadaan.

KSN harus berani membuat gebrakan dengan hal yang nyata, seperti ganti Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan pengurus-pengurusnya yang telah terbukti gagal mengangkat prestasi sepakbola Indonesia.

Perihal ancaman dari pengurus PSSI bahwa intervensi dari luar akan membuat sepakbola Indonesia dikenai sanksi oleh FIFA sepertinya tidak perlu dkhawatirkan lagi. Toh tidak ada gunanya juga ikut kompetisi internasional bila fondasi persepakbolaan kita rapuh.

Sanksi tidak perlu ditakuti, karena selama menjalani sanksi itu, Indonesia justru bisa berbenah, tentu saja dimulai dengan merombak kepengurusan PSSI. Setelah itu, publik tinggal mengawal agar pengurus PSSI yang baru terdiri dari orang-orang yang kompeten membangung sepakbola Tanah Air.

Harapan publik kepada KSN sungguh besar, akan sangat menyedihkan apabila KSN 'mengkhianati' asa itu dengan keputusan-keputusan yang melempem. (arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads