Persitara sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik ketika gol Diego Mendieta membawa mereka unggul di babak pertama.
Namun, Julio Lopes membuat Persiba menyamakan kedudukan di babak kedua. Sebenarnya tuan rumah bisa saja meraih tiga poin, andaikan Tantan mampu mengeksekusi penalti di menit ke-60. Alhasil kegagalan Tantan itu membuat Persitara harus menerima hasil akhir 1-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persitara saat ini masih menjadi juru kunci dengan 20 poin, sementara pesaing mereka Pelita Jaya menang 3-1 atas PSM Makassar dan punya 23 poin.
"Perjuangan kami cukup berat sekarang untuk lolos dari zona degradasi, karena target kami untuk menang di 7 partai kandang sisa tak terpenuhi dengan hasil imbang ini," ucap manajer tim, Harry Ruswanto, usai laga.
"Kini tugas kami sebelum melawan PSM Makassar (Sabtu, 27/10) adalah menaikkan motivasi anak-anak yang drop akibat hasil buruk di tiga laga terakhir,"sambungnya.
Terakhir, pria yang akrab disapa Gendhar itu menyayangkan pernyataan pihak Persiba soal wasit dan pertandingan yang terlihat sudah diatur.
"Kalau memang wasit memang bermasalah, ya laporkan saja ke BLI. Kami daripada membayar wasit mending bayar gaji pemain," sahutnya.
"Persitara ini tim yang kekurangan dana, beda dengan Persiba yang punya duit tak berseri," tutup Harry dengan sinis.
(mrp/nar)











































