Lebih Besar dari Kongres PSSI

Jelang KSN

Lebih Besar dari Kongres PSSI

- Sepakbola
Kamis, 25 Mar 2010 13:14 WIB
Lebih Besar dari Kongres PSSI
Jakarta - PSSi dihimbau tidak takut dengan Kongres Sepakbola Nasional (KSN) yang akan segera digelar di Malang. Ditegaskan pemerintah, kongres ini lebih besar ruang lingkup dan kepentingannya dibanding kongres PSSI.

Demikian dikatakan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dalam bincang-bincangnya dengan detiksport di ruang kerjanya di Jl. Asia Afrika, Jakarta, Kamis (25/3/2010).

"Di KSN ini biarkan semua bebas berbicara soal masalah sepakbola Indonesia. Kalau ada kritikan buat pemerintah, saya akan dengar. Saya akan legowo untuk menerima kritikan. Semua pihak harus begitu, termasuk PSSI. Jangan belum apa-apa, kongrespun belum dimulai, ada yang melarang untuk bicara soal ini, soal itu," demikian Andi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dirasakan gaungnya menjelang KSN 30-31 Maret, PSSI seperti menjadi sasaran utama pembahasan, dengan isu terbesarnya adalah pergantian pengurus. Ketua Umum Nurdin Halid beberapa kali mengatakan di berbagai media, pergantian organisasi hanya bisa dilakukan melalui mekanisme internal.

Dalam sebuah acara talkshow di sebuah stasiun TV swasta Rabu (24/3) malam, ia juga mengatakan bahwa seluruh anggota organisasi yang dipimpinnya menyatakan dukungan penuh pada kepemimpinan dirinya. Juga, kalaupun mundur, ia akan melakukannya setelah masa jabatannya berakhir pada 2011.

"KSN bukan kongres PSSI,” tukas Menegpora. β€œIni lebih besar dari kongres PSSI, yang dipanggil cuma yang punya hak suara saja. Tapi KSN melibatkan semua unsur yang terilbat dalam sepakbola, mulai dari klub, pengda, pengprov, sponsor, pemain, dan stake holder yang lain."

"Kalau ada aspirasi dari masyarakat luas, dari pecinta sepakbola Indonesia, yang meliputi semua stake holder, dan jika mereka sepakat merekomendasikan sesuatu, mestinya 'kan perlu didengar. Kalau itu diabaikan, terus mau bagaimana?" tutur mantan Juru Bicara Presiden SBY di Kabinet Indonesia Bersatu I itu. (a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads