Dari desas-desus yang terdengar, KSN di Malang, 30-31 Maret nanti, mewacanakan perombakan keseluruhan pengurus PSSI terutama sang ketua Nurdin Halid. Maka sejak jauh-jauh hari, PSSI pun seperti sibuk ke sana kemari mencari dukungan. Kini yang terbaru PSSI pun menyambangi KONI/KOI dan diterima langsung ketua umumnnya, Rita Subowo, Kamis (25/3/2010) sore WIB.
Hal ini dilakukan PSSI sebagai bentuk antisipasi jikalau KONI/KOI menginginkan terjadinya revolusi di tubuh PSSI selepas KSN nanti. Dari hasil pertemuan tersebut, PSSI sepertinya mendapat angin karena dikatakan baik PSSI mau pun KONI/KOI telah setuju KSN tidak akan keluar dari tujuan utama, yaitu menerbitkan rekomendasi bagi PSSI untuk perbaikan prestasi sepakbola kita, bukan mengarah ke revolusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mencari solusi untuk masalah tersebut. Dan, PSSI siap melaksanakan hasil rekomendasi KSN. Sebenarnya membangun sepak bola tidak bisa dilakukan sendiri oleh PSSI. Pemerintah juga harus terlibat seperti penyediaan infrastruktur olah raga," lanjut Nugraha.
Selain meminta dukungan infrastruktur, PSSI berjanji akan membangun hubungan lebih baik lagi dengan media massa di mana selama ini pers paling kencang menyuarakan Nurdin agar mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI.
Jika PSSI merasa yakin KONI/KOI akan "membantu" mereka dalam KSN nanti, sebaliknya Rita sendiri menolak akan anggapan itu. Soal kesamaan visi dan misi dari KSN itu, memang KONI/KOI & PSSI sejalan. Tapi, jika ada banyak suara yang menginginkan revolusi di PSSI, KONI/KOI tidak kan menutup pintu untuk peluang tersebut.
"Tidak benar sikap KONI sudah melunak setelah bertemu PSSI. PSSI harus menaati apapun hasil rekomendasi KSN karena ini merupakan forum untuk memperbaiki
kualitas sepak bola Indonesia," tegas Rita.
(mrp/roz)











































