Pada sidang Komisi A di Hotel Santika, Malang, Selasa (30/3/2010) malam, yang membahas bidang organisasi berlangsung alot. Ketegangan antara para peserta masih berlanjut sehingga perlu ditenangkan langsung oleh Agum Gumelar.
Pada pembahasan hasil sidang-sidang komisi dalam sidang pleno ketiga, Rabu (31/3/2010) pagi, Soepandji Hendardji sebagai Ketua Komisi A, memulainya dengan mengungkit statuta PSSI yang sempat akan dibahasa dalam sidang tetapi tidak jadi karena tidak diingini oleh peserta sidang terutama dari pihak PSSI. Ia lalu mengatakan bahwa hal itu akan dibahas khusus antara PSSI dengan KONI yang memang sejak awal sangat menyoroti hal tersebut.
Namun Hendardji malah diserang balik. Tarman Azzam dari DPR mengatakan, pembahasan khusus itu tidak dibahas dalam sidang komisi. Hendardji yang merupakan Ketua PB Forki juga dinilai menambah sendiri sebuah kalimat di poin pertama rekomendasi tentang "one gate policy". Perwakilan PSSI juga menanggapi dan menegaskan untuk kesekian kalinya bahwa aturan PSSI adalah ranah tunggal PSSI.
Kecuali soal itu, tanggapan atas rekomendasi Komisi A masih datar-datar saja, sehingga masuk tanggapan keempat dari elemen mantan pemain. Ia menanyakan dengan suara cukup tinggi, apa yang selama ini dicari di dalam konggres belum juga dijawab oleh PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pendukung PSSI dan Pro Nurdin sontak ribut dan ramai ramai melakukan interupsi. Mantan pemain nasional Sarman Panggabean yang selama ini sangat gusar dengan PSSI, langsung berdiri menghadap belakang untuk membela rekannya itu. Suasana pun memanas.
Agum sebagai pimpinan sidang meminta Sarman Panggabean duduk lalu menegur para pendukung Nurdin untuk tidak berteriak teriak dan menjaga emosinya. Namun Agum hanya menyimpan pertanyaan itu sebagai masukan saja karena dianggap set back.
Penanggap terakhir mengingatkan bahwa sejauh kongres dilaksanakan masih belum terlihat ada solusi kongkret. "Kalau cuma rekomendasi seperti ini, kenapa kita membuang uang tiga miliar. Ini sih bisa di Jakarta saja. Saya tidak mau ada di sini sebagai pengkhianat rakyat karena kongres memakai uang rakyat," ungkapnya.
Setelah itu sidang pleno III, yang juga diikuti oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng Andi Malarangeng ditutup dan dilanjutkan dengan perumusan akhir rekomendasi oleh tim perumus yang telah ditetapkan. (key/arp)










































