Dalam laga yang digelar di Stadion Andi Matalatt PSM sebenarnya sudah bisa unggul di babak pertama, seandainya saja tendangan penalti yang dieksekusi Park Jung Hwan, pada menit ke-16, tidak membentur tiang gawang Bontang.
Wasit Iis Isa Permana memberi tendangan penalti setelah pemain tengah Bontang FC, Marcelino Mandagi melakukan handsball di dalam kotak putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai unggul satu gol, PSM langsung mengubah formasinya dengan strategi bertahan. Belum cukup sepuluh menit usai turun minum, PSM langsung menarik gelandang enerjiknya asal Korea Selatan, Shin Hyu Joon.
Mungkin merasa terlalu cepat digantikan Asri Akbar, Shin tampak kecewa saat meninggalkan lapangan hijau, ia melepas baju timnya dan menghempaskannya ke tanah.
Kalah unggul dari PSM, Bontang FC bukannya malah melemahkan serangannya. Tim berjuluk Laskar Bukit Tursina ini berulang-ulang mengurung pemain-pemain PSM di daerah pertahanannya. Beruntung, kiper Syamsidar berhasil menggagalkan beberapa tembakan penyerang Bontang yang mengancam gawangnya.
Striker Bontang asal Jepang, Kenji Adachihara, tampil memukau dalam pertandingan malam ini. Kecepatan dan gerak cepatnya sering membuat lini bawah PSM kewalahan. Apalagi, kapten Bontang yang eks pemain PSM , Ali Khaddafi,Β mampu membaca dan mematahkan serangan-serangan PSM.
Menurut pelatih Bontang FC, Fachri Husaeni, permainan timnya malam ini sebenarnya nyaris sempurna jika saja wasit Iis Isa bisa memimpin jalannya pertandingan dengan baik. Ia mengkritik sikap wasit yang sering meniup pluit Free Kick bagi tim tuan rumah, termasuk ketika memberi hadiah penalti bagi PSM.
"Sampai 100 tahun pun, sepak bola Indonesia tidak akan maju-maju kalau sistem perwasitan seperti ini kacaunya, meski demikian, PSM memang pantas menang malam ini," ketus Fachri usai laga..
Sedangkan menurut asisten pelatih PSM, Tony Ho, di awal-awal pertandingan para anak asuhannya sudah menerapkan skenario tim dengan seksama.
Namun, lanjut Tony, saat memasuki pertengahan waktu, pola penyerangan PSM mengalami kebuntuan. Toni pun memilih menarik Shin dengan alasan Shin tampak lengah dan beberapa kali melepaskan bola yang ada di kakinya.
"Penguasaan bola Shin memang lemah malam ini, bola lepas tidak dikejarnya, mungkin perasaannya masih kurang enak, tapi pasti kita akan bicarakan baik-baik nanti," ungkap Tony.
Sementara itu, pemain tengah PSM Heru Nerly, tidak lama setelah pertandingan tuntas, dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Ambulance dan mendapat bantuan pernapasan. Tony menyatakan Heru mengalami kehabisan tenaga dan nafasnya tersengal-sengal akibat terlalu bersemangat ketika bermain.
(mna/mrp)











































