"Kalau ada yang bertindak anarkis, itu tanggung jawab keamanan. Kalau ada yang anarkis tangkap saja dan ditindak tegas," kataΒ Pembina YSS Wastomi, saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (14/4/2010).
Wastomi mengatakan, pihaknya tidak bisa diminta tanggungjawab setiap aksi anarkis yang dilakukan bonek. Apalagi, kejadian itu juga berada di luar batas wilayahnya. Pihaknya hanya bisa melakukan evaluasi setiap selesai pertandingan, namun tidak bisa berbuat lebih dalam lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya lebih lanjut terkait pertandingan laga Persebaya melawan Persitara, akan menurunkan perwakilan YSS, di setiap stasiun, maupun di jalan-jalan untuk melakukan pengawasan terhadap aksi bonek, Wastomi mengaku tidak bisa menerjunkannya.
"Uang dari mana untuk mendukung operasional anggota di lapangan? YSS ini tidak dapat dana dari mana pun," tuturnya.
Karena terkendala dana, pihaknya sampai tidak bisa menyambut baik kedatangan sekitar 300 suporter Persitara Jakarta Utara yang ingin menyaksikan laga Persebaya menjamu Persitara di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari Surabaya.
"Kita akan menjemput suporter Persitara dari Stasiun Pasar Turi. Kita akan ajak jalan kaki dari stasiun menuju sekretariat YSS di Simpang Dukuh. Sampai di sekretariat, mereka akan kita beri makan dan menuju ke stadion dengan jalan kaki," ungkapnya
(nar/a2s)











































