"Kita lebih terhormat mundur daripada dikerjain wasit terus," katanya kepada detiksurabaya.com usai pertandingan melawan Persebaya di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, di mana timnya kalah 2-3, Rabu (14/4/2010).
Mundur yang dimaksud Gendhar bukanlah tidak mau lagi melanjutkan sisa pertandingan, melainkan tetap meneruskannya tetapi tanpa target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gendhar juga menegaskan bahwa musim ini adalah tahun terakhirnya di Persitara. Meski demikian ia berharap para pemainnya masih bisa bermain sebaik mungkin, paling tidak supaya mereka bisa dilirik klub lain dan tetap bermain di ISL musim depan.
"Biar lima pertandingan sisa, para pemain mengeksplorasikan diri masing-masing sehingga bisa dilirik klub lain musim depan," pungkasnya.
Sementara itu, terkait teknis kekalahan timnya dari Persebaya, asisten pelatih Doddy Sahetapy melihatnya sebagai akibat runtuhnya moral para pemain setelah keunggulan mereka di menit-menit awal babak pertama dipatahkan.
Memimpin lebih dulu melalui gol Tantan di menit 11, "Laskar Si Pitung" disamakan oleh Andi Oddang di akhir babak pertama. Persebaya lalu mencetak dua gol tambahan di babak kedua, sebelum Persitara memperkecil skor menjadi 3-2 di 11 menit terakhir.
"Saya pikir pemain down dengan gol di injury time (babak pertama), dan gol cepat Persebaya di babak kedua. Itu membuat mereka tak bisa menjaga konsentrasi," katanya.
"Tapi saya salut dengan semangat pemain. Kemarin mereka capek karea bermain keras di Kediri, dan sekarang harus bermain di lapangan yang berat," imbuhnya. (a2s/mrp)











































