Kepastian batalnya pertandingan tersebut seperti diungkapkan pelatih Persik Agus Yuwono. Menurutnya, hingga Kamis (29/4/2010) pagi, aparat kepolisian di Poltabes Jogyakarta tidak memberikan ijin pelaksanaan.
"Ini saya dan anak-anak perjalanan kembali ke Kediri. Saya mewakili pemain tak dapat berbuat banyak, karena manajemen sudah gagal membujuk kepolisian untuk bisa memberikan ijin," ungkap Agus, saat dikonfirmasi detiksport melalui telepon selulernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas saya sangat menyayangkan, karena antara Persik dan Persebaya, baik itu di tim atau suporter tidak ada permusuhan sebelumnya. Ini kanΒ cukup aneh, karena Persebaya dan Arema yang jelas-jelas memiliki sejarah hitam dalam peretemuannya bisa saling menggelar pertandingan di kandangnya masing-masing," papar Agus.
Saat ini manajemen telah menyerahkan keputusan akhir dari perandingan tersebut ke PT. Liga Indonesia. "Kami tentunya hanya berharap PT. Liga berbaik hati dengan memberlakukan penundaan," tukasnya.
Terpisah CEO PT. Liga Indonesia Joko Driyono membenarkan telah mendapatkan limpahan atas kegagalan laga Persik - Persebaya. Meski demikian, pihaknya diakuiΒ belum dapat mengambil keputusan dan menyerahkan penanganannya ke Komisi Disiplin PSSI.
"Sesuai mekanisme kami telah limpahkan permasalahan ini ke Komdis. Tapi mengacu pada catatan laga Persija dan Persiwa, dimana tuan rumah saat itu juga tidak bisa menggelar pertandingan, kemungkinan Persik juga akan dinyatakan kalah WO," ungkap Joko kepada detiksport melalui telepon selulernya.
Apabila keputusan kalah WO benar-benar diberikan kepada Persik, tentunya hal tersebut akan menjadi pukulan telak dalam upaya tim tersebut lepas dari ancaman degradasi. Ini setelah dengan kekalahan WO, Persik akan dinyatakan kalah 0-3 dan nilai yang telah dikantonginya juga dipangkas 3 poin.
Sebelumnya, laga Persik - Persebaya dipastikan digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, setelah aparat kepolisian di Kota Kediri tidak memberikan ijin. Polisi beralasan infrastruktur di Stadion Brawijaya tidak memadai, serta laga tersebut rawan menimbulkan kerusuhan, terlebih disaat bersamaan di Kabupaten Kediri tengah memasuki tahapan massa kampenye pemilihan bupati.
(key/arp)











































