Aksi tersebut dilakukan 'Bonek' sebagai bentuk protes atas pembatalan kemenangan WO atas Persik Kediri dalam laga Indonesia Super League pada 29 April lalu. Ketika itu 'Macan Putih' dinyatakan kalah WO karena gagal menggelar laga menyusul tak keluaranya izin.
Sesuai aturan, Persik dinyatakam kalah 0-3. Namun pada perkembangannya keputusan itu dianulir komisi banding (Komding), dan Persik yang semula sudah dipastikan terdegradasi kini masih punya peluang untuk bertahan di ISL musim depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai bentuk rasa kekecewaan, 13 bonek regional Jabodetabek mengadakan demo di depan kantor PSSI. Mereka meneriakkan yel-yel yang menyerang PSSI, terutama ketua umumnya Nurdin Halid.
"PSSI: Persatuan Sulap Sula Indonesia. PSSI melanggar aturannya sendiri. Nurdin j****k!" demikian sepenggal yel-yel dari para Bonek.
Sayangnya sejumlah bonek ini tak diterima oleh para petinggi PSSI. Hanya anggota bidang media PSSI, Tubagus Adi, yang menerima mereka dan melakukan mediasi. Usai melakukan orasi selama kurang lebih satu jam, belasan suporter itu pergi meninggalkan kantor PSSI sekitar pukul 14.00 WIB.
Jika kedua tim bermain imbang, Persik (posisi 17 dengan 36 poin) dan Persebaya (posisi 16 poin dengan 36 poin) akan langsung terdegradasi karena tidak mencapai Pelita Jaya, yang berada di urutan 15 dengan nilai 39. Persebaya selamat jika menang dengan selisih minimal dua gol, sedangkan Persik harus mengalahkan 'Bajul Ijo' dengan selisih tujuh gol untuk bisa melampaui Pelita.
Sebagai catatan, Persija Jakarta pernah mengalami hukuman yang sama saat kalah 0-3 dari Persiwa Wamena beberapa bulan lalu. Namun saat itu Macan Kemayoran tidak dapat keringanan berupa penganuliran hukuman dari Komding seperti yang diterima Persik kini.
(mrp/din)











































