'Tindakan Kapolda Bukan Intervensi'

'Tindakan Kapolda Bukan Intervensi'

- Sepakbola
Senin, 02 Agu 2010 01:25 WIB
Tindakan Kapolda Bukan Intervensi
Solo - Laga final Piala Indonesia antara Sriwijaya FC kontra Arema Indonesia sempat terhenti karena campur tangan dari Kapolda Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmojo. Tapi di mata PT Liga Indonesia, tindakan Alex itu bukan sebuah intervensi.

Insiden terhentinya pertandingan itu terjadi ketika babak kedua hendak dimulai. Alex turun ke lapangan dan mendatangi meja panpel meminta wasit Jimmy Napitupulu diganti karena dinilainya tak memimpin laga dengan adil.

Alex berargumen bahwa Aremania mulai turun ke pinggir lapangan untuk memprotes kartu merah buat Noh Alam Sah di menit ke-19. Hal ini, nilai Alex, berpotensi mendatangkan kerusuhan jika dibiarkan lebih lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah Alex diajak berdiskusi dengan Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabussala serta Ketua Komite Wasit PSSI Togar Manahan Nero, barulah laga bisa dilanjutkan kembali, tanpa ada pergantian wasit. SFC lantas tampil sebagai pemenang dengan skor 2-1.

"Kami merasa tindakan kapolda itu buka intervensi. Malah kapolda malah memberikan masukan dalam diskusi tadi. Syukurlah pertandingan bisa dilanjutkan," ucap Andi kepada wartawan usai laga.

Sementara mengenai permintaan Alex untuk mengganti wasit sendiri, Andi melemparkan hal ini kepada komite wasit. "Urusan itu nanti kita serahkan pada komite wasit PSSI. Biar saja mereka yang menilainya," tutup Andi singkat.

(mrp/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads