Stadion Manahan Solo, Minggu (1/8/2010) malam WIB memanggungkan laga bergengsi yang disarati duel sengit dan cenderung panas saat Sriwijaya FC dan Arema Indonesia berhadapan di final Piala Indonesia.
Buktinya adalah kartu merah yang diberikan kepada Noh Alam Sah dari kubu serta sempat ditundanya babak kedua oleh Kapolda Jawa Tengah karena takut akan timbul kerusuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu pelatihnya Rahmad Darmawan menilai kemenangan itu tak didapatnya dengan mudah meski lawan bermain dengan 10 orang.
"Saya tak merasa kami melawan 10 orang Arema. Kami seperti melawan Arema dengan kekuatan 11 pemain," ungkap Rahmad dalam jumpa pers.
"Pemain ke-11 mereka itu adalah Aremania yang selalu berada di belakang dan mendukung mereka. Salut buat perjuangan mereka," sambung pria berpangkat mayor di kesatuan Marini TNI AL itu.
Di pihak Arema, Robert Rene Albert pun dengan jantan mengakui kekalahan timnya dan menyebut SFC layak menang karena mereka tampil baik.
"Selamat buat Sriwijaya FC yang berhasil jadi juara. Mereka memang tim paling kuat pada turnamen ini," tegas pelatih asal Belanda itu. (mrp/din)











































