Hal ini disampaikan lagi Jimmy dalam perbincangannya di Metro TV dengan Kapolda Jawa Tengah Alex Bambang Riatmodjo dan juga pengamat sepakbola Anton Sanjoyo, Selasa (3/8/2010) sore WIB, terkait intervensi Alex yang bikin laga final Piala Indonesia antara Sriwijaya FC dengan Arema Indonesia sempat tertunda saat hendak memasuki babak kedua.
Alex menilai bahwa kepemimpinan Jimmy tidak adil dan bisa memantik emosi penonton sehingga berpotensi pada timbulnya kerusuhan. Dan Jimmy pun menceritakan saat itu ia dan dua asistennya tengah menuju lapangan, namun ditahan oleh pengawas pertandingan karena Kapolda sedang memberi pengarahan dan meminta pertandingan ditunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Jimmy menuturkan ia pun baru menemui Alex beberapa saat sebelum pertandingan dan Jimmy pun menuturkan tak ada permintaan dari Alex agar dirinya diganti seperti banyak yang diberitakan sebelumnya.
"Saya cuma diberi tahu oleh Kapolda agar memimpin laga dengan baik dan tanpa diminta pun saya pasti akan melakukannya," tegasnya.
Lalu jika benar memang sampai Alex menyuruh agar Jimmy diganti, apa reaksi wasit asal Sumatra Utara itu? Jimmy menegaskan sekali lagi seperti sebelumnya tak ada satu orang pun yang bisa menggugat keputusannya.
"Saya tidak bisa menyampaikan keluhan karena saya tidak tahu kesalahan saya. Karena setiap laga BLI dan PSSI menugaskan pengawas wasit (referee assesor) yang bertugas mengamati setiap pergerakan wasit," aku Jimmy.
"Saya tidak terima kalau diganti karena seorang wasit tidak bisa diganti oleh siapa pun kecuali oleh dirinya sendiri. Kalaupun wasit itu merasa tidak mampu memimpin lagi dan harus diganti, harus melalui pengecekan tim dokter dulu apakah benar-benar sakit atau hanya pura-pura," demikian Jimmy.
(mrp/roz)










































