Anggaran sebesar Rp 21 miliar sebelumnya telah disusun dan diajukan ke Pemkot Samarinda. Dengan jumlah itu pun Persisam dinilai Harbiansyah selaku General Manager Persisam Putra Samarinda sulit membuat timnya meraih prestasi tertinggi.
"Dengan dana segitu (Rp 21 M),cukup bertahan di papan tengah saja," kata Harbiansyah kepada wartawan di gedung DPRD Kota Samarinda, Jl Basuki Rahmad,Rabu (4/08/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rp 15 M itu bisa apa? Kalau tidak ada kepastian lebih lanjut akan ditambah atau tidak, lebih baik saya stop. Saya tidak sanggup," cetus Harbiansyah.
Menurut Harbiansyah estimasi dana Rp 21 M yang diusulkan, bukanlah mengada-ada. Dari rinciannya, sekitar Rp 12 M hingga Rp 14 M diproyeksikan untuk membiayai kontrak pemain. "Hitung-hitungan dana sejumlah itu tidak mengada-ada."
Sebelumnya Di gedung DPRD Samarinda sudah dilakukan pembahasan (hearing) antara Harbiansyah bersama Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Fatimah Asyhari, untuk membahas nasib Persisam setelah diputuskan hanya mendapat Rp 15 M.
Diputuskan dalam pembahasan itu bahwa tambahan dana Rp 6 M, untuk mencapai jumlah Rp 21 miliar akan dibahas dan diputuskan 10 Agustus 2010 mendatang setelah DPRD Kota Samarinda merundingkannya bersama dengan Pemkot Samarinda.
"Yang jelas kalau tanggal 10 Agustus itu tidak ada keputusan dana sisa Rp 6 M, saya kembali terus terang saja tidak sanggup lagi mengurus ini," tegas Harbiansyah.
Di tengah berlangsungnya hearing, puluhan orang kelompok suporter Persisam yang tergabung dalam Pusamania juga menggeruduk DPRD Samarinda terkait keputusan wakil rakyat yang hanya menyetujui dan menetapkan dana Rp 15 M kepada Persisam melalui APBD-P.
"Kami menginginkan Persisam tetap bertahan di ISL musim depan," kata Ketua Pusamania,Tommy.
(krs/din)











































