Adalah pengusaha Arifin Panigoro yang mencetuskan ide menggulirkan LPI akhir pekan lalu. Arifin yang dikenal giat menggalakkan pembinaan usia dini itu prihatin melihat jalannya kompetisi di Indonesia yang masih semrawut hingga sekarang.
Tujuan Arifin mengajak 18 klub peserta ISL itu adalah demi "mengajarkan" mereka untuk bisa lebih mandiri dalam mengelola klub. Hal senada pula yang diutarakan Andi yang menilai kompetisi yang berisikan klub non APBD sangat bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terlihat ide LPI itu tak diterima oleh PSSI sebagai induk sepakbola kita, namun Andi menganjurkan agar PSSI bisa melihat keseriusan Arifin dkk untuk memperbaiki prestasi persepakbolaan kita lewat LPI.
Β βSaya kira PSSI harus membuka diri terhadap pemikiran-pemikiran baru yang berkembang. Kalau ada ide-ide yang menarik sudah semestinya PSSI tanggap. PSSI bisa mengadopsinya,β sambung Andi.
Meski mendukung adanya LPI namun Andi tidak mau berkomentar lebih jauh apakah ia ingin "mendesak" agar LPI itu benar-benar dilaksanakan. Bagi Andi kemajuan prestasi persepakbolaan nasional adalah yang terpenting.
βUntuk saat ini, baru ini yang bisa saya sampaikan terkait wacana LPI. Yang pasti PSSI harus membuka diri terhadap semua masukan yang positif,β cetusnya.
(mrp/din)











































