Pelatih PSM: Perbaiki SDM Wasit!

Pelatih PSM: Perbaiki SDM Wasit!

- Sepakbola
Rabu, 29 Sep 2010 21:51 WIB
Pelatih PSM: Perbaiki SDM Wasit!
Kediri - PSM Makasar memang sudah berhasil menang atas Persibo Bojonegoro. Namun, Robert Rene Albert selaku pelatih 'Juku Eja' tetap menyuarakan ketidakpuasan. Ia melontarkan kritik pedas ke wasit.

Kritik tersebut disampaikan Albert dalam konferensi pers di Press Room Stadion Brawijaya, Rabu (29/9/2010), usai PSM menang 1-0 dari Persibo dalam lanjutan partai Indonesia Super Liga (ISL).

Menurutnya pria asal Belanda itu, kepemimpinanΒ  pengadil lapangan dalam laga Persibo vs PSM masih jauh dari fair play sehingga menjadikan pemain tak jarang terpancing emosinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin asosiasi wasit di Indonesia melihat pertandingan ini dan melakukan perbaikan SDM. Ini harus, karena kalau ingin pertandingan enak ditonton wasit harus bisa memimpin pertandingan dengan baik," tegas Albert.

Salah satu contoh buruknya kepemimpinan wasit dalam laga itu, imbuh Rene Robert, adalah ketika menghadiahi tuan rumah sebuah tendangan bebas, kendati yang terlibat dalam benturan sebelumnya justru sama-sama pemain PSM.

"Itu kesalahan fatal, karena wasit tidak melihat kejadian sebenarnya," tandasnya.

Terkait kemenangan yang diraih tim asuhannya, ia dengan bangga menyebut pemainnya-lah yang patut mendapatkan perhargaan. Ini karena materi pemain PSM dalam ISL 2010/2011 relatif baru

"Mereka semua pemain muda yang hebat," ujar Albert tegas.

Sementara pelatih Persibo Sartono Anwar sangat menyayangkan kekalahan yang diderita tim asuhannya dalam "laga usiran" itu. Ia menganggap kekalahan diakibatkan ketidakakuratan pemain dalam penempatan bola, sama seperti ketika timnya ditahan Persiba Balikpapan.

"Naluri mencetak gol anak-anak masih rendah. Mereka kurang bisa menempatkan bola, meski peluang yang dimiliki sangat banyak," ungkap Sartono.

Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia di era 90-an tersebut juga menyayangkan terciptanya gol untuk PSM yang ia anggap terjadi dengan sangat mudah. "Pemain bertahan sudah menjaga, tapi mereka tidak berani bertarung untuk memberikan pengawalan," sambungnya.



(krs/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads