Kritik tersebut disampaikan Albert dalam konferensi pers di Press Room Stadion Brawijaya, Rabu (29/9/2010), usai PSM menang 1-0 dari Persibo dalam lanjutan partai Indonesia Super Liga (ISL).
Menurutnya pria asal Belanda itu, kepemimpinanΒ pengadil lapangan dalam laga Persibo vs PSM masih jauh dari fair play sehingga menjadikan pemain tak jarang terpancing emosinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu contoh buruknya kepemimpinan wasit dalam laga itu, imbuh Rene Robert, adalah ketika menghadiahi tuan rumah sebuah tendangan bebas, kendati yang terlibat dalam benturan sebelumnya justru sama-sama pemain PSM.
"Itu kesalahan fatal, karena wasit tidak melihat kejadian sebenarnya," tandasnya.
Terkait kemenangan yang diraih tim asuhannya, ia dengan bangga menyebut pemainnya-lah yang patut mendapatkan perhargaan. Ini karena materi pemain PSM dalam ISL 2010/2011 relatif baru
"Mereka semua pemain muda yang hebat," ujar Albert tegas.
Sementara pelatih Persibo Sartono Anwar sangat menyayangkan kekalahan yang diderita tim asuhannya dalam "laga usiran" itu. Ia menganggap kekalahan diakibatkan ketidakakuratan pemain dalam penempatan bola, sama seperti ketika timnya ditahan Persiba Balikpapan.
"Naluri mencetak gol anak-anak masih rendah. Mereka kurang bisa menempatkan bola, meski peluang yang dimiliki sangat banyak," ungkap Sartono.
Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia di era 90-an tersebut juga menyayangkan terciptanya gol untuk PSM yang ia anggap terjadi dengan sangat mudah. "Pemain bertahan sudah menjaga, tapi mereka tidak berani bertarung untuk memberikan pengawalan," sambungnya.
(krs/key)











































