Klub Ingin Ikut LPI Demi Perubahan

Klub Ingin Ikut LPI Demi Perubahan

- Sepakbola
Senin, 11 Okt 2010 22:55 WIB
Jakarta - Rencana bergulirnya LPI memang mendapat tentangan keras dari PSSI, tapi sudah ada 27 klub yang "nekat" menyatakan ingin ikut LPI demi terciptanya perubahan di sepakbola nasional.

Liga Primer Indonesia (LPI) yang merupakan gagasan pengusaha Arifin Panigoro diciptakan dengan tujuan utama membentuk klub-klub di Indonesia agar lebih mandiri dan profesiona, tak bergantung lagi pada APBD seperti yang selama ini berjalan.

Sayangnya ide ini mendapat tentangan keras dari PSSI sebagai induk sepakbola di tanah air yang menganggap LPI tak sesuai dengan aturan FIFA di mana kompetisi itu harus berjalan di bawah naungan federasi setempat. Beberapa waktu lalu LPI mengklaim sudah mendapat restu dari FIFA dan juga AFC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kengototan klub-klub untuk ikut LPI kembali ditunjukkan dalam sebuah acara diskusi forum sepakbola nasional yang bertajuk "Reformasi atau Tertinggal" yang dihadiri 27 klub peserta Indonesian Super League (ISL) dan Divisi Utama, demi berjalannya LPI tahun ini.

Dalih para klub itu adalah LPI bisa jadi tonggak awal untuk menjadikan klub-klub lokal lebih profesional dalam menjalankan kompetisi dan menggunakan anggaran yang ada. Suara itu datang salah satunya dari Semarang United, yang merupakan pecahan dari PSIS Semarang, yang justru masih bertahan di Divisi Utama.

"Dengan bergabung dengan LPI, kami bisa seprofesional mungkin dalam menggunakan anggaran. Sayang kalau anggaran dari pemerintah melalui APBD digunakan dalam sepak bola. Karena seperti kami yang ada didaerah, banyak sekali yang lebih penting untuk dibiayai selain sepak bola," kata General Manager Semarang United, Noval Al Bacrie, kepada wartawan di Hotel Sahid, Senin (11/10/2010) sore WIB.

Noval mengakui banyak pihak di dalam tubuh PSIS sendiri yang yakin LPI akan berjalan dengan sukses namun ia optimistis bahwa LPI akan membawa sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Saya membuat sendiri Semarang United, tidak dengan PSIS yang sudah bergabung dengan Divisi Utama. Saya hanya menginginkan roh baru dipersepakbolaan Semarang. Memang banyak yang meragukan saya termasuk Ketua Harian PSIS, mereka tidak yakin dengan LPI. Tapi setelah mendapatkan dukungan dari suporter, saya semakin
yakin," jelasnya lagi.

LPI dipastikan tak akan berada di bawah naungan PSSI jika nantinya benar-benar berjalan, tentu dengan risiko tidak bisa mengikuti berbagai even baik di regional maupun internasional. Dengan kenyataan tersebut, Noval yang sehari-hari berprofesi sebagai advocat itu, mengaku tidak peduli dengan hal itu. Dirinya menyakini, tidak ada yang salah dengan LPI.

"Sama sekali tidak penting mau diakui FIFA atau tidak. Buat saya yang paling penting adalah, masyarakat di Semarang terhibur," ungkapnya.

"Pemain-pemainnya berbeda dengan yang ada di PSIS, semuanya pemain lokal yang tidak memiliki kesempatan. Masalah ini akan berjalan hanya semusim atau di musim pertama saja. Tapi setelah musim kedua berjalan, pemain-pemain akan yakin dengan
LPI dan memilih bermain di LPI," papar terkait klubnya nanti akan mendapat stok pemain darimana.

Klub-klub yang Hadir Dalam Diskusi : Persiraja Banda Aceh, AS Kaltim, Deltras Sidoarjo, Medan Jaya, Metro FC Magelang, Persibo Bojonegoro, Persebaya Surabaya, Persedikab Kediri, Persema Malang, Persekapas Pasuruan, Persemaltra Maluku Tenggara, Persiba Balikpapan, Persiba Bantul, Persija Jakarta, Persikaba Blora, Persis Solo, Persitara Jakarta Utara, PSB Bogor, Barito Putra, PSIS Semarang (Semarang United), PSKB Binjai, PSM Makasar, PSSB Bireun, Semen Padang, Waropen, Magelang FC, Penajam Medan Jaya.


(mrp/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads