Menjelang bergulirnya Indonesian Super League (ISL) 2010/2011, PSPS menjadikan Stadion H. Agus Salim di Padang karena markas mereka, Stadion Kaharudin Nasution di Pekanbaru, dinilai tidak memenuhi syarat oleh Badan Liga Indonesia (BLI).
Di Padang, PSPS hanya meraih satu angka setelah ditahan Persija Jakarta 2-2. Fakta lain, hanya sedikit penonton pertandingan tersebut karena ibukota Sumatera Barat itu terlalu jauh dari Pekanbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (BLI--Red) pada dasarnya setuju stadion Kaharudin Nasution digunakan untuk pertandingan 16 oktober nanti. Kita baru akan menunggu hasil verifikasi itu dalam dua hari ini," kata Asisten Manager PSPS, Adityo Pramono wartawan, Selasa (12/10/2010) di Pekanbaru.
Ia mengatakan, dari pantuan tim verifikasi ada beberapa catatan penting terkait kesiapan Stadion Kaharudin Nasution. Misalnya kerusakan pagar pembatas antara penonton dan lapangan. "Selain itu tempat tribun VIP sebelah barat rusak dan perlu diperbaiki," katanya.
Dityo menjelaskan, bila disetujui, maka tim asuhan Abdurahman Gurning ini bisa melakoni empat laga kandangnya di rumahnya sendiri. Calon tamu mereka berturut-turut Deltras Sidoarjo (16/10), Persela Lamongan(19/10), Sriwijaya FC (30/10) dan Persib Bandung (2/11).
Setelah itu, rencana lain selama Kaharudin Nasution direnovasi, tim berjuluka "Askar Bertuah" itu kemungkinan pindah ke Sport Center Kuantan Singingi. Walaupun semula juga tidak lulus verifikasi, di awal tahun depan diperkirakan stadion itu sudah memenuhi syarat kelayakan karena saat ini masih terus dibenahi. Stadion tersebut termasuk salah satu yang dipersiapkan untuk menggelar PON 2012. (a2s/arp)











































