"Kita tetap di Gelora 10 November dan Stadion Bung Tomo. Sudah kita daftarkan," kata Direktur Utama PT Persebaya Indonesia, Cholid Ghoromah, saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (25/10/2010).
Persebaya ini, yang sudah menyatakan bakal mengikuti kompetisi yang digagas Arifin Panigoro, Liga Primer Indonesia (LPI), mengaku tak punya wewenang melarang Persebaya "tandingan" untuk memakai stadion yang sama karena itu otoritas pengelola stadion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persebaya yang itu hanya buatan Nurdin Halid. Apa kita mau terus-terusan menjadi boneka dia, yang seenaknya saja dipermainkan," sambungnya.
Sementara itu Persebaya βtandinganβ juga menjadikan Gelora 10 November sebagai stadion pertandingan kandangnya.
"Tidak masalah, waktunya 'kan bisa diatur. Itu 'kan mereka. Lagipula mereka beda kelasnya dengan kita," tegas Ketua Umum Persebaya, Wisnu Wardhana.
Bedanya, mereka tidak menyertakan pula Gelora Bung Tomo (GBT) dengan alasan sudah "cukup". Stadion GBT adalah bagian dari kompleks Surabaya Sport Center" (SSC) yang terletak di Surabaya barat, yang sudah dibuka sejak Agustus lalu.
"Saya rasa kita hanya akan menggunakan Tambaksari saja. Selain berada di dalam kota, juga masih bisa menarik animo para bonek maupun warga Surabaya untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga," pungkasnya. (a2s/mrp)










































