Persib Gonjang Ganjing

Persib Gonjang Ganjing

Baban Gandapurnama - Sepakbola
Kamis, 04 Nov 2010 16:28 WIB
Persib Gonjang Ganjing
Bandung -

Masalah yang menyambangi Persib mulai pramusim berlanjut hingga kini, seiring dengan buruknya performa mereka. Bobotoh mulai gerah, petinggi klub sampai meminta pemegang saham tidak intervensi.

Persib dilanda konflik interen sebelum musim ini bergulir terkait pemilihan pelatih baru. Figur asal Prancis, Danko Janackovic, bahkan tak sempat mencicipi pertandingan karena terlibat perseteruan dengan para pemain yang dianggapnya tidak dispilin.

Asisten yang dia bawa, Jovo Cuckovic, diputuskan untuk menggantikan Janackovic menukangi Eka Ramdani dkk. Sial buat "Maung Bandung", polesan tangan pelatih asal Serbia itu tidak menciptakan impresi yang diinginkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari enam pertandingan yang telah dilakoni, Persib baru memungut empat poin. Meskipun diperkuat cukup banyak pemain top, di klasemen semetara Persib menetap di peringkat 14 dari 18 tim.

Bobotoh pun mulai gerah. Hari Rabu (3/11/2010) kemarin sekelompok suporter Persib berunjuk rasa memprotes performa buruk tim kesayangannya. Aksi itu digelar sepulangnya Persib dari Pekanbaru, setelah kalah berturut-turut di dua laga tandangnya melawan Persija dan PSPS -- dan mereka sudah kalah empat kali.

Seruan adanya perombakan besar dilontarkan banyak kalangan, salah satunya kelompok suporter Viking. "Yang harus dibenahi tak cuma pelatihnya, tapi manajemennya juga," ujar ketua umum Viking, Heru Joko, kepada detikbandung.

Kegelisahan serupa dirasakan manajer umum tim, Umuh Muchtar. Dalam wawancaranya dengan detikbandung (3/11), ia terang-terangan mengungkapkan kekecewaannya pada pelatih Duckovic dan bahkan pihak konsorsium pemegang saham mayoritas Persib.

Salah satu hal yang disoroti Umuh adalah kendala bahasa pada Cuckovic. "Bagaimana mau berjalan baik strateginya. Ngobrol saja nggak nyambung?" cetusnya.

Umuh juga meminta "pertanggungjawaban" pihak konsorsium, yang memang sejak awal menginginkan Persib dilatih oleh orang asing. Ke depan ia meminta mereka tidak melakukan intervensi lagi.

"Jangan ada intervensi lagi. Kalau ada saya akan berontak. Tidak apa-apa kita putus dengan Jakarta (konsorsium pengusaha Jakarta pemegang saham mayoritas--Red)," tegasnya.

"Saya tidak takut. Mungkin akhirnya putus dengan Jakarta, bahkan kalau perlu putus saja. Saya sudah bicara dengan kawan-kawan di Bandung yang lain yang peduli akan Persib. Mohon dukungannya juga," katanya berapi-api.

Gejolak di tubuh Persib sampai pula ke telinga Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf. Ia meminta jajaran pengurus segera membenahi masalah yang ada supaya prestasi tim membaik.

"Saya berharap Persib menang. Biar menang, jangan ada konflik internal. Ini yang lain sudah berperang, kita masih milih-milih peluru dan senjata," ujar Dede di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (4/11/2011).

Menurut Dede agar Persib segera bangkit, baik pelatih maupun pemain harus fokus. Prestasi Persib di kancah sepakbola Indonesia, pinta Dede, jangan terpuruk. Persib membawa nama daerah Jabar.

"Saya lihat pemain bagus semua, bahkan sebagian pemain 'kan jadi timnas. Tapi saat ini peran drijen yang mengatur orkestra mesti dimaksimalkan. Kalau di dalamnya tidak solid, siapapun mengurus tak bakalan bisa," kata Dede.

(a2s/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads