Dalam dua tahun terakhir performa Bepe sebagai salah satu striker subur di tanah air kerap mendapat sorotan. Banyak kritik yang datang padanya yang sebagian besar menilai Bepe sudah habis.
Pro kontra tentang Bepe apakah masih dibutuhkan di timnas atau tidak terus berlanjut jelang bergulirnya Piala AFF yang akan kickoff Rabu (1/12) lusa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dua laga ujicoba terakhir, Bepe selalu diturunkan sebagai pemain pengganti. Apakah ini artinya tempat Bepe di starting eleven Alfred Riedl sudah tak ada?
Bagi Bepe hal itu tak jadi masalah, apakah ia akan turun dari menit pertama atau tidak. Menurutnya kepentingan timnas yaitu merebut Piala AFF menjadi prioritas utama.
"Sepakbola permainan tim, kepentingan tim di atas segalanya. Apalagi ini kepentingan bangsa. Semboyan saya, saya akan melakukan yang terbaik untuk tim ini. Bagi saya tidak masalah, siapapun yang main," sahut Bepe dalam diskusi dengan wartawan di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (29/11) siang WIB.
"Dalam sebuah tim, harus mengesampingkan egoisme. Saya pemain kuno. Saya nurut saja apa kata pelatih Alfred. Bahkan saya siap jika harus duduk di bangku cadangan atau bahkan di bangku penonton untuk mendukung timnas meraih hasil terbaik," sambungnya.
Piala AFF 2010 ini adalah perhelatan kelima yang diikuti oleh striker Persija Jakarta itu. Gelar juara akan jadi hadiah manis bagi Bepe yang mungkin tak lama lagi akan pensiun dari 'Tim Merah Putih'.
"Ini Piala AFF kelima untuk saya. Sudah lama kita tidak pernah juara. Saya bermain di timnas 11 tahun. Jika sampai saya pensiun tidak bisa mempersembahkan gelar juara, maka saya akan sanga kecewa," tuntasnya. (mrp/a2s)











































