Indonesia sudah lama berkubang dalam keadaan nirprestasi di cabang sepakbola. Kompetisi lokal yang masih sarat masalah dan tim nasional yang tak kunjung berprestasi adalah dua tolok ukur utama keadan tersebut.
Saat ini publik tanah air sedang mendapatkan kesenangan tersendiri karena pasukan "Garuda" sejauh ini tampil impresif di Piala AFF. Hal itu merupakan proses dari setiap upaya untuk memperbaiki kualitas sepakbola dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berkunjung ke manapun. Waktu kalah dicukur Uruguay (1-7), saya juga datang. Tidak apa-apa. Pemimpin jangan datang pada saat hepi-hepinya saja, tapi kalau susah tidak datang. Saya datang merasakan apa namanya kegetiran waktu kita kalah telak (dari Uruguay)."
"Tapi dengan kita tidak berputus asa dalam mengembangkan sepakbola, kemarin ada yang membanggakan waktu timnas kita mengalahkan Malaysia 5-1 dan Laos 6-0. Paling tidak ada dua hal. Ini awal yang baik, dan kedua, ternyata Indonesia bisa. Sukses pertama harus diikuti sukses-sukses berikutnya," simpul Presiden.
Besok malam Indonesia akan melanjutkan kampanyenya di Piala AFF dengan menghadapi Thailand. Dari tujuh edisi turnamen, Indonesia belum pernah juara dan prestasi terbaik adalah runner up tiga kali di tahun 2000, 2002, dan 2004.
(a2s/rin)










































