Awalnya Filipina menyatakan setuju untuk menggelar dua pertandingan babak semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Hal tersebut terjadi karena mereka tak memiliki stadion yang dianggap memadai untuk menggelar pertandingan tersebut.
Terlepas dari segala kontroversi yang kemudian muncul karena Filipina kemudian meminta laga dipindah ke Vietnam, menggelar dua pertandingan semifinal di kandang sendiri memunculkan sisi positif dan negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negatifnya, tekanan lebih besar karena semua berharap indonesia menang dan maju ke final," lanjut pria asal Austria itu.
Saat ditanya soal peluang skuad besutannya mencetak sejarah dengan meraih gelar juara Piala AFF untuk kali pertama, Riedl memilih menjawab secara diplomatis. Menurutnya saat ini keempat tim yang lolos ke semifinal punya peluang yang sama untuk jadi kampiun.
"Semua punya peluang sama besar, 25% karena kita disini masih semifinal masih ada empat tim. Soal starter, terlalu dini untuk membicarakan itu. Semua pemain dalam kondisi baik," tukas Riedl.
(din/din)











































