Seperti diberitakan sebelumnya, pada jam 10.50 WIB SBY ditemani Menegpora Andi Mallarageng dan rombongan, menyambangi tempat berlatih skuad "Garuda" arahan coach Alfred Riedl. Kecuali staf manajemen timnas, tidak ada pejabat teras PSSI yang menyambut Presiden.
"Semua serba mendadak. Kita tidak siap. Pak Nurdin Halid (ketua umum PSSIβRed) sedang di Karawang, melakukan pemilihan pemain untuk ke Uruguay. Saya juga sedang mengerjakan tugas administrasi sehari-hari," papar Nugraha kepada wartawan, setelah ia datang terlambat di lokasi, tapi masih sempat sebentar bertemu rombongan presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi Pak Menteri kemudian menelepon lagi. 'Wah, tidak bisa, Kang. Presiden sudah on the way. Beliau ingin incognito saja'. Ini semua serba mendadak. Saya coba kejar ke sini, tapi telat, tidak bisa," sambung Nugraha.
Sementara itu, saat dimintai komentar tentang adanya permintaan pemain agar Presiden SBY ikut menonton langsung laga Indonesia versus Filipina di Stadion Gelora Bung Karno hari Kamis (16/12) , orang nomor dua di PSSI itu menganggapnya bukan suatu masalah.
"Apakah itu tidak bikin tegang pemain, Kang? Nanti malah kalah," tanya wartawan.
"Saya kira anak-anak sudah meminta demikian. Itu 'kan permintaan yang keluar dari hati. Mental anak-anak juga sudah siap. Mereka akan memberikan hal yang luar biasa di depan presidennya, dan untuk negaranya," jawab pria yang biasa dipanggil Kang Nug itu. (a2s/din)










































