Dalam diskusi di akun Facebook detikSport beberapa hari silam, kenaikan harga tiket di babak semifinal ini ditanggapi dengan pro dan kontra. Umumnya fans yang tidak keberatan dengan kenaikan tersebut memberikan syarat supaya keuntungan yang didapat bisa dimanfaatkan untuk perbaiki kualitas tim nasional dan pembinaan sepakbola dalam negeri.
Beberapa di antaranya pun mengaku rela merogoh kocek lebih dalam. Alasannya? Karena kecintaan kepada timnas Indonesia yang juga sangat dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang terjadi di lapangan pun demikian. Sejak penjualan tiket dibuka hari Senin (13/12/2010), para suporter sudah rela mengantre untuk membeli tiket di Stadion Gelora Bung Karno. Pada hari pertama penjualan itu, tiket yang dijual mulai pukul 10.00 WIB ludes hanya dalam waktu satu jam.
Bahkan tiket kelas VVIP saja, yang dijual dengan harga Rp 500.000 per lembar, dikabarkan sudah ada 1.000 orang yang memesannya. Penjualan tiket kelas termahal itu pun sudah distop. Namun alasannya protokoler: karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal menonton di stadion.
Sampai hari ini, Selasa (14/12) pun masih demikian. Ada beberapa pembeli yang rela datang jauh-jauh dari luar kota hanya untuk membeli tiket. Tak adanya pembatasan jumlah pembelian tiket juga memungkinkan mereka untuk membeli dalam jumlah banyak. Umumnya, mereka juga membelikan untuk rekan atau keluarga.
Para suporter hanya mendapatkan tanda bukti sudah membayar dari loket-loket yang ada di GBK. Nantinya, tiket tersebut baru bisa ditukarkan dengan tiket asli pada Hari-H pertandingan.
Jadi, bagi Anda yang berniat menonton pada hari Kamis nanti, sudahkah berburu tiket pertandingan? (roz/key)











































