Indonesia mengantongi modal kemenangan 1-0 di leg pertama Kamis kemarin. Dengan status sebagai tim tamu saat itu, Indonesia yang pada hari Minggu besok gantian jadi tuan rumah, cukup bermain imbang untuk lolos ke final.
Akan tetapi Filipina tak bisa diremehkan sebab tim asuhan Simon McMenemy itu dikenal punya pertahanan yang bagus. Paling tidak, gawang mereka baru kebobolan dua kali dari empat laga. Hal ini yang kemudian diakui oleh asisten pelatih Wolfgang Pikal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laga kemarin melawan Filipina kami tidak bermain jelek. Memang Filipina tim yang bagus. Saya prediksi mereka akan bermain sedikit terbuka di laga ini untuk mengejar ketertinggalan di leg pertama," tutur Pikal dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (18/12/2010) siang WIB.
"Soal tekanan penonton pada pemain Filipina, mereka orang bule, jadi mereka cuek pada tekanan tersebut," sambungnya.
Dalam latihan pagi tadi, di sesi terakhir Alfred Riedl menginstruksikan anak asuhnya untuk melakukan tendangan penalti. Menurut Pikal itu dilakukan hanya sebagai antisipasi sebab Riedl menginginkan timnya bermain menyerang dan menyelesaikan laga dalam 90 menit.
"Kami sudah siap jika adu penalti jika itu terjadi. Riedl pun sudah ada lima list penendang penalti. Namun kami tidak mau itu karena kami ingin selesaikan dalam waktu 90 menit," tegas pria asal Austria itu.
(mrp/a2s)










































