Salah satu fans yang dipaksa menelan kekecewaan akibat buruknya manajemen tiket Piala AFF adalah Reza. Pria asal Bandung itu gagal mendapat tiket dan menyaksikan Firman Utina dkk berlaga meski sudah membayar uang senilai Rp 12 juta.
Reza sebelumnya membayarkan jumlah uang tersebut untuk mendapatkan 50 tiket kelas tribun, 12 tiket kelas 2 dan 10 tiket VIP barat. Pada Minggu (19/12/2010) kemarin dia datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan membawa kuitansi bercap PSSI, yang sebelumnya dijanjikan bisa ditukar dengan tiket masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anehnya lagi, PSSI juga tidak memanfaatkan kemajuan teknologi dalam mendistribusikan karcis pertandingan. Jika banyak event besar berskala internasional tiket bisa didapat secara online, cara tersebut belum diterapkan dengan maksimal oleh PSSI. Raja Karcis memang sudah digandeng, namun mereka juga menjual tiket secara manual: fans harus datang ke kantor mereka di wilayah Manggarai untuk mendapat tiket yang diinginkan.
Pembaca detiksport yang dimintai pendapatnya melalui jejaring sosial Twitter dan Facebook mengungkapkan kekesalannya terhadap sistem penjualan tiket. PSSI dianggap kuno karena tak menjual tiket secara online, metode yang memang lebih efektif karena bisa mengurangi antrian yang datang ke GBK.
"Hari gini msh antri tiket panjang2. SO YESTERDAY! online tiket,distribusi jgn 1 agen,krja sm dg brbagai agen," ungkap @intanechigawa dalam akun twitternya pada detiksport.
Beberapa fans pun menyindir rencana gagal PSSI untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Jika mengatur Piala AFF saja kerepotan, bagaimana bisa menggelar event sepakbola terakbar tersebut, demikian protes disampaikan.
"PSSI sharusnya tau klo Indonesia itu negara besar dan penggibolnya pun byk jd hrs antisipasi smua mslh tiket aj msh kacau gmn gelar piala dunia," seru Payrock Alinea di akun Facebook detiksport.
"Tiket online udh ada bos,,tp sma aj msh ribet sistematikanya,. iya TEKNOLOGI udah ada dan smakin canggih tp SDMnya boz yg gk sebanding dengan TEKNOLOGInya..." timpal Ahmedo Guffri.
"Dah mahal, ngantri, dah gt nggak ada..," sahut Pujay Pawiro menanggapi.
Yang kemudian tak kalah mengejutkan adalah dugaan adanya oknum polisi yang mengizinkan fans tanpa tiket masuk asal membayarkan uang sebesar Rp 100.000 per orang. Demikian disampaikan salah seorang fans dengan akun Twitter @george_oehlers yang berada di GBK.
"Ada oknum polisi yg meminta per org 100rb utk bs masuk tribun tanpa tiket!! Hebat! (dpn VIP timur)," demikian tulisnya.
(din/rin)











































